819 total views
INN NEWS – Belum lama ini dunia dibuat geger dengan kabar meninggalnya ratusan orang pada acara perayaan Halloween di Itaewon, Soul, Korea Selatan.
Data terbaru, 154 orang dinyatakan tewas, 26 diantaranya adalah warga asing.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan melaporkan bahwa puluhan warga asing yang menjadi korban itu berasal dari 14 negara.
Sementara itu, ribuan orang dinyatakan hilang, dan ratusan lagi sedang dalam perawatan intensif.
Para korban jiwa mengalami sesak dan dan serangan jatung mendadak “cardiac arrest” karena berdesak-desakkan.
Dalam berita dan video yang beredar di twitter, petugas kepolisian setempat terlihat menngalami kesulitan untuk melakukan evakuasi.
ltaewon merupakan sebuah tempat yang menjadi pusat perayaan Halloween di Korea. Setiap perayaan Halloween banyak orang mengunjungi tempat ini untuk merayakannya.
Perayaan Halloween sendiri merupakan sebuah perayaan yang berasal dari budaya barat.
Mengutip berbagai sumber, menurut sejarahnya, perayaan Halloween awalnya merupakan perayaan dari tradisi budaya pagan yang berkembang di Irlandia.
Bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa Halloween sebenarnya merupakan perayaan agama Katolik yang memperingati semua orang kudus.
Perayaan memperingati semua orang kudus biasa dirayakan pada 1 November atau minggu pertama setelah Pentakosta.
Namun saat ini perayaan Halloween dirayakan di banyak negara sebagai perayaan kostum menyeramkan.
Mereka yang merayakan Halloween menggunakan berbagai kostum dan dadanan yang menyeramkan.
Perayaan Halloween yang digelar di Itaewon kali ini adalah perayaan Halloween pertama setelah pandemi covid-19.
Antusias yang sangat tinggi untuk menghadiri perayaan ini membuat jumlah pengunjung membludak tidak terkendali.
Dari beberapa postingan yang beredar di twitter, kerumunan berdesak-desakan dan korban mulai berjatuhan.
Sementara Kedutaan Besar RI di Seoul menyampaikan, dua warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden Halloween di Itaewon, Seoul dan mendapatkan perawatan di rumah sakit, telah kembali ke kediaman mereka.


