HomeUncategorizedEkonomi Indonesia Tumbuh 5,72 Persen, 4,25 Juta Tenaga Kerja Terserap

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,72 Persen, 4,25 Juta Tenaga Kerja Terserap

Published on

spot_img

 955 total views

INN NEWS – Data terbaru perkembangan ekonomi Indonesia seperti dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi peningkatkan sampai 5,72 persen di kuartal III tahun 2022.

Pertumbuhan 5,72 persen tersebut disambut baik meskipun informasi data diambil memakai sistem year on year ataupun yoy.

Pada sisi pertumbuhan ekonomi RI di triwulan III jika dibandingkan triwulan II tahun 2022 masih mengalami pertumbuhan 1,81 persen.

“Secara kumulatif dari Q1 sampai Q3 tahun 2022 dibanding dengan periode sama tahun 2021 memberi tanda ekonomi Indonesia tumbuh 5.4 persen,” kata Kepala BPS, Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual pada Senin, 7 November 2022.

Margo menambahkan, dari kondisi ekonomi yang mulai tumbuh menguat bisa memberi penyerapan tenaga kerja baru mencapai 4,25 juta orang.

Sedangkan ada penambahan angkatan kerja mencapai 3,57 juta orang berdasarkan survei bulan Agustus 2022.

“Akan tetapi tidak semua tenaga kerja terserap, sebagian tambahan angkatan kerja menjadi pengangguran. “Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di bulan Agustus ini tercatat mencapai 5,86 persen,” kata Margo.

Meskipun ada catatan peningkatan angka pengangguran, Margo menambahkan kondisi ketenagakerjaan masih terus membaik karena kondisi ekonomi Indonesia.

Tercatat ada angka TPT pada bulan Agustus 2022 masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yakni 6,49 persen.

Proses pemulihan ekonomi di Indonesia sendiri masih terus alami trend membaik. Pihak Margo juga memperlihatkan adanya partisipasi angkatan kerja TPAK hingga bulan Agustus 2022 tercatat mencapai angka 68,63 persen.

Sedangkan pihak Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati sebelumnya memberi sorotan bahwa ada kabar mengenai PHK besar-besaran terutama di sektor industri padat karya.

Sri Mulyani sendiri memastikan APBN masih memberi peran terhadap banyaknya angka kasus PHK tersebut.

Sri Mulyani juga menambahkan masalah PHK bisa terjadi karena lesunya ekonomi global. Pihak Kemenkeu masih memberi manfaat ruang fiskal di tahun ini dengan apa yang tersisa.

Sri Mulyani masih berusaha untuk memanfaatkan ruang fiskal tahun ini yang masih tersisa untuk melakukan belanja negara yang perlu dikerahkan sampai dua bulan terakhir ini.

“Alokasi belanja negara yang diperkirakan akan meningkat cukup pesar pada 2 bulan terakhir. Ini tentu akan meningkatkan kemampuan perekonomian untuk bisa menahan gejolak,” kata Sri Mulyani pada Kamis 3 November 2022.

Artikel Terbaru

Pemerintah Naikkan Tunjangan Kinerja untuk TNI, Guru, dan Nakes di Daerah 3T

INNNEWS – Pemerintah memastikan kenaikan tunjangan kinerja (tukin) tidak hanya berlaku bagi prajurit TNI dan...

Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Timor Leste di Piala AFF 2026 Sore Ini

INNNEWS – Timnas Indonesia bersiap menghadapi Timor Leste pada laga kedua Grup A Piala AFF...

MK Putuskan Anggaran MBG Harus Dipisah dari Dana Pendidikan, Paling Lambat APBN 2028

 INNNEWS – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait program Makan Bergizi...

Korban Tewas Gempa Kumamoto Jepang Naik Jadi 34 Orang, Warga Masih Berjuang di Tengah Panas dan Kekurangan Air

INNNEWS – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kuat yang mengguncang Prefektur Kumamoto di barat...

artikel yang mirip

Pemerintah Naikkan Tunjangan Kinerja untuk TNI, Guru, dan Nakes di Daerah 3T

INNNEWS – Pemerintah memastikan kenaikan tunjangan kinerja (tukin) tidak hanya berlaku bagi prajurit TNI dan...

Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Timor Leste di Piala AFF 2026 Sore Ini

INNNEWS – Timnas Indonesia bersiap menghadapi Timor Leste pada laga kedua Grup A Piala AFF...

MK Putuskan Anggaran MBG Harus Dipisah dari Dana Pendidikan, Paling Lambat APBN 2028

 INNNEWS – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait program Makan Bergizi...