24 total views
INNNEWS — Instruksi Presiden Prabowo Subianto agar biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) digratiskan segera ditindaklanjuti. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memastikan kementeriannya sedang mengkaji skema pembiayaan untuk merealisasikan arahan tersebut.
Latar Belakang Perintah Presiden
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen kuatnya saat memberikan sambutan dalam puncak perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (18/9/2026).
“Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” tegas Prabowo.
Presiden juga menyinggung sumber pendanaan. Menurutnya, anggaran dapat bersumber dari pengembalian uang hasil korupsi. “Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uangnya yang dikorupsi, yang dinyolong, yang dicuri,” ujarnya.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas keluhan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) mengenai mahalnya biaya masuk PTN melalui jalur mandiri yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Respons Kementerian
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyatakan siap menindaklanjuti arahan Presiden. Ia mengungkapkan bahwa kajian mengenai kemungkinan menggratiskan biaya kuliah di PTN sudah diminta Prabowo sejak beberapa waktu lalu.
“Kami tentu akan menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Setelah selesai kajiannya, tentu kami akan laporkan kepada Bapak Presiden untuk dibahas secara menyeluruh bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya,” kata Brian.
Kajian yang sedang dilakukan mencakup opsi skema pembiayaan agar kebijakan tersebut dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan di sekolah negeri mulai dari TK hingga SMA/SMK sudah gratis melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa dari keluarga tidak mampu.
Langkah Selanjutnya
Presiden Prabowo berencana segera menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas mekanisme pelaksanaan pendidikan gratis hingga jenjang PTN. Kebijakan ini diharapkan membuka akses lebih luas bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah untuk menempuh pendidikan tinggi di kampus negeri tanpa terbebani biaya yang tinggi.
Masyarakat menanti realisasi arahan Presiden ini, terutama terkait kejelasan skema pembiayaan dan timeline pelaksanaannya.


