HomeUncategorizedRepublik Menang Pemilu Sela, Nancy Pelosi Undur Diri dari Ketua DPR AS

Republik Menang Pemilu Sela, Nancy Pelosi Undur Diri dari Ketua DPR AS

Published on

spot_img

 838 total views

INN NEWS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai pemimpin di DPR.

Hal itu diumumkan politisi Partai Demokrat usai Partai Republik menang di Pemilu Sela AS yang digelar baru-baru ini.

Mengutip Reuters, politikus 82 tahun itu mengatakan nantinya tetap akan berada di Kongres mewakili San Francisco di DPR seperti yang telah ia lakukan selama 35 tahun.

Pelosi mendapatkan sorakan dari sesama Demokrat saat dia menyampaikan pengumuman pengunduran dirinya. Dia menyebut ruang DPR sebagai “tanah suci” dan “jantung demokrasi Amerika”.

Dia juga bercerita saat mengunjungi Capitol untuk pertama kalinya sebagai seorang anak ketika ayahnya dilantik sebagai anggota DPR.

Sementara diberitakan AFP, Nancy mengatakan saatnya generasi baru untuk memimpin Demokrat. Ia juga mengatakan tidak akan kembali ikut dalam pemilihan di Kongres berikutnya.

“Bagi saya, waktunya telah tiba bagi generasi baru untuk memimpin kaukus Demokrat yang sangat saya hormati,” kata Pelosi.

“Saya tidak akan mencari pemilihan kembali untuk kepemimpinan Demokrat di Kongres berikutnya,” tuturnya.

Baca juga: Trump Umumkan Maju di Pilpres 2024 “untuk Amerika Hebat dan Jaya Lagi”

Diketahui, Partai Republik berhasil merebut kursi mayoritas di DPR sehari setelah mantan presiden yang juga rival Biden, Donald Trump, mengumumkan pencalonannya untuk pemilu 2024.

NBC dan CNN International memproyeksikan kemenangan bagi Partai Republik dengan setidaknya 218 kursi di DPR yang beranggotakan 435 orang. Angka 218 sendiri merupakan threshold untuk menguasai lembaga tinggi negara itu.

Dengan hasil ini, Pemimpin Minoritas Republik Kevin McCarthy kemungkinan akan menjadi ketua DPR saat Kongres baru bersidang awal tahun depan.

Dia akan menggantikan Nancy dari Partai yang menjadi ketua DPR sejak 2019.

 

 

 

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...