HomeUncategorizedBesok Raja Malaysia Rapat Darurat dengan 9 Sultan Tentukan PM Baru

Besok Raja Malaysia Rapat Darurat dengan 9 Sultan Tentukan PM Baru

Published on

spot_img

 802 total views

KUALALUMPUR – Besok, Kamis 24 November 2022, Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah akan menggelar rapat bersama sembilan sultan yang memimpin negara bagian masing-masing demi mencari “hilal” penentuan perdana menteri (PM) baru yang masih mentok.

Pertemuan ini berlangsung setelah Raja Abdullah bertemu dengan dua pemimpin koalisi partai terbesar dalam pemilihan umum, Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin baru-baru ini, tetapi belum juga bisa memutuskan siapa yang menjadi PM baru.

“Setelah bertemu wakil-wakil Barisan Nasional, Seri Paduka Baginda (Raja Abdullah) telah menitah perkenan untuk Istana Negara menganjurkan satu pertemuan khusus Raja-Raja Melayu di Istana Negara, esok, Khamis, 24 November 2022,” bunyi pernyataan Istana Negara, mengutip CNN.

Pertemuan berlangsung besok sekitar pukul 10.30 waktu lokal dan diperkirakan berlangsung selama tiga jam.

Istana menganggap pertemuan ini menjadi krusial dan paling menentukan keputusan akhir soal penunjukan PM.

Hari ini, Raja Malaysia memanggil seluruh anggota koalisi Barisan Nasional di parlemen demi membantu menemukan solusi penunjukan PM baru. Sebab, hasil pemilu akhir pekan lalu menunjukkan tidak ada satu pun koalisi partai yang berhasil meraup ambang batas suara minimal untuk membentuk pemerintah.

Berdasarkan hasil pemilu, koalisi pimpinan Anwar, Pakatan Harapan (PH), memang meraih suara terbanyak yakni sebanyak 82 kursi. Namun, angka tersebut tak cukup untuk meraih mayoritas.

Sementara itu, koalisi pendukung Muhyiddin, Perikatan Nasional (PN), hanya mendapat 73 kursi. Ia sempat mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari dua kubu politik yang lebih kecil dari Sabah dan Sarawak.

Walau dengan dukungan Sabah dan Sarawak, kursi yang diperoleh koalisi Muhyiddin baru 101. Angka itu juga masih belum mencapai ambang batas.

Menurut konstitusi Malaysia, untuk membentuk kabinet, partai atau koalisi perlu minimal 112 suara dari total 222 kursi parlemen. Pemegang mayoritas ini yang berhak memberikan nama calon PM ke raja.

Padahal, Raja Abdullah telah memperpanjang tenggat waktu bagi Anwar dan Muhyiddin sebanyak dua kali demi mencari dukungan minimal yang disyaratkan agar salah satu dari koalisi mereka dapat membentuk pemerintahan baru.

Raja Abdullah juga telah mencoba membentuk pemerintahan persatuan yang terdiri dari kedua koalisi bersaing, namun Muhyiddin menolaknya.

Konferensi para sultan Malaysia ini juga akan berlangsung pada Senin (28/11) mendatang.

 

 

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...