HomeTrendingKorban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

Published on

spot_img

 284 total views

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB, korban jiwa mencapai 75 orang.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan penambahan empat korban dibandingkan data sebelumnya yang berjumlah 71 jiwa. “Hari ini bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka dua orang, Kabupaten Manggarai satu orang, dan Nagekeo satu orang,” katanya dalam konferensi pers.

Korban luka-luka juga meningkat menjadi 907 orang. Sementara jumlah pengungsi melonjak signifikan menjadi 92.735 jiwa, hampir mendekati 100.000 orang. Peningkatan ini dipicu oleh gempa susulan yang masih terus terjadi, termasuk yang berkekuatan besar, sehingga banyak warga enggan kembali ke rumah.

Dampak gempa terhadap sektor pendidikan pun sangat besar. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak di tujuh kabupaten di Pulau Flores. Dari jumlah tersebut, 502 sekolah mengalami kerusakan berat. Akibatnya, 177.678 siswa dan 21.166 guru serta tenaga kependidikan terdampak.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat mengungkapkan bahwa di antara korban meninggal terdapat tiga murid dan satu guru. Pembelajaran sementara dialihkan ke rumah atau tempat pengungsian demi keselamatan warga sekolah.

Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung 15–28 Agustus 2026. Bantuan logistik, tenaga medis, dan evakuasi terus digelar, sementara tim SAR masih melakukan penyisiran di lokasi-lokasi terdampak.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.

Artikel Terbaru

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....

artikel yang mirip

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...