536 total views
INN NEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat kepada Perdana Menteri Malaysia terpilih Anwar Ibrahim via telepon dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis malam, 24 November 2022.
“Atas nama Pemerintah, atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Yang Mulia sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, 25 November 2022, mengutip Tempo.
Anwar Ibrahim menurut Jokowi merupakan sosok yang dikenal luas dan dihormati oleh rakyat Indonesia.
Jokowi juga meyakini di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim, hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia akan semakin maju.
“Saya berharap kita dapat berjumpa segera untuk membahas upaya memperkokoh hubungan bilateral kita, baik ekonomi, masalah perbatasan, mengenai perlindungan warga negara kita,” ungkap Jokowi.
Anwar Ibrahim lantas mengucapkan terima kasih atas ucapan selamat dari Jokowi.
“Terima kasih, saya anggap ini suatu penghormatan di antara yang paling awal menelepon. Ini menunjukkan bahwa saya kekal sahabat sejati Indonesia,” kata Anwar.
Dia pun berharap hubungan perdagangan, investasi, budaya, dan persahabatan Indonesia dan Malaysia dapat terus ditingkatkan.
“Saya mengharapkan hubungan perdagangan atau bisnis, investasi, dan budaya, persahabatan, insya Allah dapat kita tingkatkan,” kata Anwar.
Di akhir perbincangan, Jokowi mendoakan agar Anwar Ibrahim diberikan kekuatan dan kemudahan oleh Allah Swt dalam memimpin Malaysia.
“Seluruh rakyat Indonesia mendoakan,” ujar Jokowi.
Baca juga: BREAKING NEWS: Anwar Ibrahim Ditunjuk Jadi Perdana Menteri Malaysia
Diketahui, Anwar Ibrahim baru saja ditunjuk Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agong Al Sultan Abdullah setelah situasi politik Malaysia yang tidak stabil pasca Pemilu belum lama ini.
Pengangkatan Anwar Ibrahim itu sesuai dengan kewenangan Yang Dipertuan Agong seperti diatur dalam Pasal 40 (2) (a) dan Pasal (43) (a) Konstitusi Federal.
Pilihan Umum Raya (PRU) ke-15 pada 19 November 2022 belum dapat membentuk sebuah pemerintahan baru karena tidak adanya parpol atau gabungan parpol yang berhasil mendapatkan kursi mayoritas lebih dari 50 persen dari 222 kursi di parlemen.
Pakatan Harapan, koalisi yang diketuai Anwar Ibrahim, memperoleh kursi terbanyak di parlemen pada PRU ke-15, yakni 76 kursi.
Pakatan Harapan mendapat tambahan satu kursi dari Ikatan Demokratik Rakyat Malaysia yang dipimpin politikus muda Malaysia Syed Saddiq dan lima kursi dari Partai Tindakan Demokratik, namun masih belum dapat memenuhi syarat membangun pemerintahan baru.
Koalisi Perikatan Harapan, yang dipimpin PM ke-8 Malaysia Muhyiddin Yassin, berada di posisi kedua dengan mendapatkan 51 kursi; sedangkan koalisi Barisan Nasional, koalisi yang telah memungkinkan PM Ismail Sabri Yaakob membentuk pemerintahan di periode 2021-2022, hanya meraih 30 kursi.
Perjalanan Anwar Ibrahim menjadi perdana menteri, panjang dan berliku. Setelah menang pemilu Malaysia yang digelar pada Sabtu lalu, ia tak lantas didapuk menjadi perdana menteri Malaysia.
Koalisi Anwar Ibrahim, yang dikenal sebagai Pakatan Harapan, memenangkan kursi terbanyak dalam pemungutan suara hari Sabtu dengan 82. Saingannya adalah blok Perikatan Nasional Muhyiddin memenangkan 73. Mereka membutuhkan 112 suara untuk membentuk pemerintahan.
Blok Barisan Nasional yang merupakan penguasa lama, hanya mendapatkan 30 kursi.
Mereka menyatakan tidak akan mendukung pemerintahan yang dipimpin oleh Muhyiddin maupun Anwar.


