43 total views
INNNEWS – Penggerebekan besar-besaran terhadap sindikat judi online kembali dilakukan aparat kepolisian di wilayah Jakarta Barat. Kali ini, sebuah gedung di kawasan Hayam Wuruk diduga dijadikan pusat operasional jaringan judi online internasional yang melibatkan ratusan warga negara asing (WNA). Operasi yang dilakukan Bareskrim Polri tersebut langsung menyita perhatian publik setelah video proses pengamanan para pelaku viral di media sosial dan platform YouTube.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat ratusan orang digiring keluar dari sebuah gedung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap. Sebagian pelaku tampak mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye, sementara beberapa lainnya terlihat masih memakai pakaian kasual saat diamankan. Suasana di lokasi penggerebekan berlangsung ramai dengan penjagaan aparat yang memenuhi area gedung hingga jalan sekitar lokasi.
Berdasarkan data sementara dari pihak kepolisian, sebanyak 321 orang diamankan dalam operasi tersebut. Dari total itu, 320 orang diketahui merupakan WNA, sedangkan satu orang lainnya merupakan warga negara Indonesia (WNI). Mereka diduga bekerja sebagai operator sekaligus pengendali aktivitas judi online yang menyasar pasar internasional maupun pengguna di Indonesia.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah gedung perkantoran kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Gedung tersebut disebut memiliki aktivitas operasional yang berjalan hampir selama 24 jam dengan akses yang tertutup bagi masyarakat umum.
Setelah dilakukan penyelidikan selama beberapa pekan, aparat akhirnya melakukan penggerebekan dan menemukan ratusan komputer, perangkat komunikasi, hingga server yang diduga digunakan untuk menjalankan situs judi online. Polisi juga menyita sejumlah dokumen serta alat transaksi elektronik yang kini masih diperiksa lebih lanjut oleh tim penyidik.
Dalam operasi tersebut, aparat menemukan bahwa sebagian besar pelaku merupakan warga negara Vietnam. Selain itu terdapat pula warga negara China, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Polisi menduga para pelaku direkrut melalui jaringan internasional dan masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata atau izin kunjungan biasa.
Menurut hasil pemeriksaan awal, para operator bekerja secara bergantian dalam sistem shift untuk melayani aktivitas perjudian online selama 24 jam penuh. Mereka diduga bertugas mengoperasikan situs, melayani pelanggan, mengatur transaksi, hingga mempromosikan platform judi melalui media digital dan aplikasi pesan instan.
Petugas juga mengungkap bahwa lokasi tersebut dirancang menyerupai kantor modern agar tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar. Di dalam gedung terdapat ruang kerja berisi puluhan komputer, jaringan internet berkecepatan tinggi, ruang istirahat, hingga area makan untuk para pekerja. Aktivitas di dalam gedung disebut sangat tertutup dan dijaga ketat oleh pihak internal.
Usai diamankan, para WNA tersebut langsung dibawa menggunakan bus menuju rumah detensi imigrasi (Rudenim). Sebagian ditempatkan di Rudenim Jakarta Barat dan sebagian lainnya dipindahkan ke Rudenim Kuningan untuk menjalani proses pendataan dan pemeriksaan keimigrasian. Sementara itu, satu orang WNI yang diduga memiliki peran penting dalam operasional sindikat masih diperiksa intensif oleh penyidik Bareskrim Polri.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus tidak berhenti pada penangkapan operator lapangan saja. Penyidik kini tengah memburu aktor utama yang diduga menjadi pengendali jaringan judi online tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain di Indonesia.
Selain itu, aparat juga sedang menyelidiki aliran dana dari bisnis ilegal tersebut. Polisi menduga perputaran uang dari sindikat judi online di Hayam Wuruk mencapai miliaran rupiah setiap bulan. Transaksi keuangan diduga dilakukan menggunakan rekening penampung dan mata uang digital untuk menyamarkan aliran dana hasil perjudian.
Kasus ini kembali menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi sasaran jaringan judi online internasional. Pemerintah dan aparat penegak hukum menegaskan akan terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas ilegal berbasis digital yang melibatkan jaringan lintas negara.
Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap ratusan pelaku masih berlangsung. Polisi belum menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka baru seiring pengembangan kasus dan pemeriksaan terhadap barang bukti yang telah disita dari lokasi penggerebekan.


