HomeUncategorizedKaryawan UNIBI Dipecat Karena Hina Jokowi, Gibran Ingin Carikan Pekerjaan untuknya

Karyawan UNIBI Dipecat Karena Hina Jokowi, Gibran Ingin Carikan Pekerjaan untuknya

Published on

spot_img

 641 total views

SOLO – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka sedang mencari nomor kontak karyawan Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI), Deni Lugina yang baru saja dipecat.

Deni Liguna sebelumnya diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mengetahui Deni dipecat, Gibran ingin mencarikan pekerjaan untuknya.

Gibran mengaku sempat meminta bantuan dari warga Twitter untuk mencari kontak Deni. Ditemui di Balai Kota Solo, Gibran ingin memastikan Deni sedang mencari pekerjaan atau tidak.

“Belum dapat kontaknya, kalau ada yang punya coba. Ya kalau dia (eks Karyawan UNIBI) pengin mencari pekerjaan lain kan coba kita bantu,” kata Gibran, seperti diberitakan detikJateng, Rabu, 18 Januari 2023.

“Lha di mana, mengko tak golekke, kasihan nduwe anak bojo (Lha di mana, nanti tak carikan pekerjaan, kasihan punya anak istri),” jelasnya.

Gibran mengaku tidak bisa menghubungi akun atas nama @loegie itu. Hal tersebut lantaran akun itu kini sudah lenyap.

“DM nggak bisa, akunnya ditutup,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, akun Twitter Deni Lugina @Loegie menulis kalimat untuk Jokowi berisi niatan ingin menimpuk menggunakan batako.

Dalam tangkapan layar yang beredar, akun Twitter @Loegie pada 12 Januari membalas postingan akun @BosPurwa yang mengunggah video Jokowi saat menghadiri HUT ke-50 PDIP.

Pada postingannya, @Loegie menulis kalimat ‘JADI PENGEN NIMPUK BIBIRNYA PAKE BATAKO’ yang disertai emot tertawa.

Unggahan akun itu mendapat reaksi netizen yang menyolek akun putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.

Gibran menanggapi dengan santai. “Halah santai aja,” tulis Gibran di akun Twitternya pada Sabtu (14/1).

Akun Twitter Loegie termasuk akun Instagramnya sudah tidak tersedia lagi.

 

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...