HomeUncategorizedJokowi Bilang Kemenkes Cari Aman, Cegah Stunting Kok Ngasih Biskuit Terus ke...

Jokowi Bilang Kemenkes Cari Aman, Cegah Stunting Kok Ngasih Biskuit Terus ke Anak 

Published on

spot_img

 780 total views

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang masih memberikan bantuan berupa biskuit bagi anak-anak balita untuk mencegah stunting.

Jokowi mengatakan, berdasarkan pengamatannya langsung di lapangan, kementerian (kesehatan) masih mengambil langkah yang mudah saja dengan memberikan biskuit, tapi sebetulnya tidak tepat sasaran.

“Jangan sampai keliru, karena yang lalu-lalu saya lihat di lapangan dari kementerian masih memberi biskuit pada anak, cari mudahnya saja,” kata Jokowi di Kantor BKKBN, Jakarta Timur, Rabu 25 Januari 2023.

Baca juga: Jokowi Ingin Heru Budi Percepat Giant Sea Wall untuk Atasi Banjir Rob

Eks Gubernur DKI Jakarta itu meminta Kementerian Kesehatan tidak lagi menyalurkan biskuit mencegah kasus stunting pada anak.

Jokowi menyarankan anak-anak diberikan asupan makanan dengan kandungan gizi baik. Menurut Jokowi, protein hewani seperti telur dan ikan yang semestinya diberikan kepada anak.

“Kalau telur, ikan, kan gampang busuk. Gampang rusak. Ini cari mudahnya saja, jangan dilakukan lagi. Kalau anaknya bayinya harus diberikan telur ya telur, dengan ikan ya ikan,” ucapnya.

Tegas Jokowi, kekeliruan pemberian biskuit ini tak dilakukan lagi di masa mendatang. Apalagi, kata dia, Indonesia mematok target angka stunting di tahun 2024 turun hingga di bawah 14 persen.

“Jadi target kembali ke target 14 persen bukan sesuatu yg menurut saya, bukan target yang sulit. Hanya kita mau atau tak mau. Asal kita bisa konsolidasikan ini,” pungkasnya.

 

 

Artikel Terbaru

Di Balik Sinyal Pasar: Membaca Risiko Off-Budget dan Stabilitas Perbankan Indonesia

Pergerakan outlook terhadap Bank Central Asia baru-baru ini memicu perhatian pasar. Bagi sebagian pelaku, ini mungkin hanya refleksi dinamika normal dalam siklus keuangan. Namun jika dibaca lebih dalam, sinyal seperti ini sering kali bukan berdiri sendiri. Ia bisa menjadi bagian dari spektrum yang lebih luas yaitu perubahan kondisi likuiditas, arah kebijakan makro, serta tekanan struktural dalam sistem pembiayaan nasiona

Heboh Pengadaan Alat Makan Rp4,19 Triliun di Yogyakarta: Skandal Pemborosan atau Salah Data?

INNNEWS – Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh dugaan pengadaan...

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...

Keraton Surakarta Sebut Perlu Dukungan untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

INNNEWS-Keraton Surakarta Hadiningrat menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak guna menjaga dan melestarikan kebudayaan...

artikel yang mirip

Di Balik Sinyal Pasar: Membaca Risiko Off-Budget dan Stabilitas Perbankan Indonesia

Pergerakan outlook terhadap Bank Central Asia baru-baru ini memicu perhatian pasar. Bagi sebagian pelaku, ini mungkin hanya refleksi dinamika normal dalam siklus keuangan. Namun jika dibaca lebih dalam, sinyal seperti ini sering kali bukan berdiri sendiri. Ia bisa menjadi bagian dari spektrum yang lebih luas yaitu perubahan kondisi likuiditas, arah kebijakan makro, serta tekanan struktural dalam sistem pembiayaan nasiona

Heboh Pengadaan Alat Makan Rp4,19 Triliun di Yogyakarta: Skandal Pemborosan atau Salah Data?

INNNEWS – Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh dugaan pengadaan...

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...