1,205 total views
SURABAYA – Sekolah Musik Indonesia (SMI) Surabaya menggelar Holiday Event spesial belajar alat musik kalimba yang diselenggarakan di Atrium Utama Trans Icon Mall Surabaya, Sabtu, 28 Januari 2022.
Holiday event dengan tema “Smart Holiday, More Fun” ini dihadiri 267 peserta yang merupakan siswa dari SD Cita Hati Surabaya.
267 siswa tersebut dibagi dalam 5 batch yang dimulai sejak pukul 10.00 dan akan berakhir pada pukul 15.00 WIB.
Di setiap batch peserta juga dibagi dalam beberapa kelompok kecil untuk langsung belajar memainkan kalimba. Peserta didampingi secara intens oleh para guru SMI Surabaya.

Selain belajar memainkan kalimba, peserta juga diselingi dengan cooking class, yakni belajar membuat burger yang diarahkan langsung oleh tim Wendys.
“Yah jadi tujuannya memang untuk menggabungkan edukasi musik (kalimba) dengan holiday (membuat burger), supaya anak-anak juga tidak bosan belajar,” terang Marketing Manager SMI Surabaya, Wilson Ursia.

Wilson mengungkapkan, event tersebut juga sebagai promosi alat musik kalimba bagi generasi milenial.
“Mau kasih tau aja kepada generasi ini kalau musik kalimba itu seperti ini, ya pokoknya untuk terobosan baru dalam dunia musik seperti kerinduan kami SMI Surabaya,” ungkapnya.
Dari pantauan INN Indonesia di lokasi event, para peserta sangat antusias mengikuti setiap penjelasan yang diberikan para guru SMI Surabaya. Dengan penuh semangat, mereka terus mencoba memainkan kalimba sesuai arahan dari para guru.
“Senang sekali belajar Kalimba, asyik banget sama miss dan mistar. Nanti mau minta dibeliin mama,” ujar salah satu peserta bernama Eyin.
Diketahui untuk menyukseskan Holiday Event ini, SMI Surabaya menggandeng beberapa brand seperti Trans Icon Mall, Trans Snow, dan Wendys.
Sebagai informasi, kalimba adalah salah satu alat musik perkusi yang merupakan versi moderennya alat musik mbira dari Afrika selatan. Kalimba sendiri kini mulai masuk ke berbagai negara dan mulai menyisir kalangan milenial.
Kalimba terdiri dari sebuah kotak suara dengan tuts-tuts logam yang menempel ke bagian atas untuk memberikan not-not berbeda. Nama lainnya adalah “piano jempol” ala Afrika.


