580 total views
INN NEWS – Minggu, 14 Mei 2023, Turki akan menggelar pemilihan umum (Pemilu) untuk anggota parlemen dan juga presiden.
Keinginan untuk Perubahan Turki Menguat
Presiden Recep Tayyip Erdogan telah berhasil mempertahankan kekuasaannya di Turki selama 20 tahun, termasuk kesuksesannya melewati upaya kudeta militer pada 2016 silam.
Di bawah kepemimpinan Presiden 69 tahun ini, Turki menjadi salah satu kekuatan besar di Eropa. Figur kuatnya sebagai pemimpin juga membantunya melanggengkan kekuasaannya tersebut.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, kemerosotan ekonomi dan gempa mematikan di negara itu telah mengikis kepercayaan pada pemerintahannya.
Menurut jajak pendapat terbaru yang ditulis foreignpolicy.com, oposisi bersatu Turki menimbulkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pemerintahan Erdogan.
Tantangan Serius dari Kubu Oposisi
Presiden Erdogan akan mendapat tantangan serius dari kubu oposisi, Kemal Kilicdaroglu.
Kemal Kilicdaroglu, pemimpin oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) di Turki, memiliki peluang realistis untuk mengalahkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pemilihan presiden mendatang pada 14 Mei. Tanggapan lambat Erdogan terhadap gempa dahsyat di bulan Februari telah menggerogoti dukungan rakyat untuknya.
Ditambah lagi, kondisi ekonomi Turki yang tengah merosot juga mempengaruhi kepercaayaan rakyat kepada kapabilitas Erdogan.
Melansir Reuters, Lira Turki melemah ke rekor terendah baru 18,9620 terhadap dolar pada Maret 2023 lalu. Hal itu disebut karena investor mempertimbangkan dampak ekonomi dari gempa besar yang melanda negara itu bulan lalu.
Pemilihan presiden dan parlemen yang dijadwalkan pada 14 Mei menambah ketidakpastian.
Mereka akan menentukan apakah Turki melanjutkan kebijakan ortodoks di bawah Presiden Tayyip Erdogan atau kembali ke ortodoksi seperti yang dijanjikan oleh oposisi.


