HomeTrendingHarga Bahan Pokok dan Cabai Naik, Masyarakat Keluhkan Kondisi Pasar

Harga Bahan Pokok dan Cabai Naik, Masyarakat Keluhkan Kondisi Pasar

Published on

spot_img

 261 total views

INNNEWS-Kenaikan harga bahan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat pada Jumat, 22 Mei 2026. Sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah mengalami lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, terutama cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng. Kondisi tersebut membuat banyak warga mengeluhkan pengeluaran rumah tangga yang semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Di beberapa pasar tradisional di Jawa Tengah dan Jawa Barat, harga cabai rawit merah dilaporkan mencapai Rp95 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram. Sementara bawang merah berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram. Pedagang menyebut kenaikan harga dipengaruhi faktor cuaca buruk yang menyebabkan pasokan dari petani berkurang.

Selain cabai dan bawang, harga telur ayam dan daging ayam potong juga mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan. Beberapa pembeli terlihat mulai mengurangi jumlah belanja harian untuk menyesuaikan kondisi ekonomi keluarga.

Para pedagang mengaku pasokan dari distributor sering terlambat akibat hujan deras yang mengganggu proses pengiriman barang dari daerah penghasil pertanian. Tidak sedikit pedagang yang khawatir harga akan terus naik apabila cuaca ekstrem masih terjadi hingga akhir bulan.

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga pasar. Sejumlah warga meminta adanya operasi pasar murah agar kebutuhan pokok tetap terjangkau, terutama menjelang libur panjang dan musim hajatan di beberapa daerah.

Dinas Perdagangan setempat menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan harga di pasar tradisional maupun modern. Pemerintah daerah juga dikabarkan mulai menyiapkan langkah distribusi tambahan untuk menjaga ketersediaan stok bahan pokok.

Di media sosial, topik kenaikan harga cabai dan kebutuhan pokok menjadi perbincangan hangat. Banyak warganet membagikan foto harga cabai yang dianggap semakin tidak masuk akal dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Hingga Jumat malam, aktivitas jual beli di pasar tradisional masih berlangsung ramai meski sebagian masyarakat memilih membeli kebutuhan pokok dalam jumlah lebih sedikit dibanding biasanya.

Artikel Terbaru

Rekayasa Data Kemiskinan: Ketika Angka Menjadi Ilusi Birokrasi

Di era pemerintahan berbasis data, angka sering kali menjadi tolok ukur utama keberhasilan. Tingkat...

Night Market Ngarsopuro dan SOLO IS SOLO Semarakkan Koridor Gatot Subroto

INNNEWS – Koridor Gatot Subroto kembali menjadi pusat keramaian warga dan wisatawan melalui digelarnya...

Jazz Triwindu Meriahkan Malam di Depan Pasar Antik Triwindu Solo

INNNEWS – Pertunjukan Jazz Triwindu kembali digelar di depan Pasar Antik Triwindu, Solo, pada...

Korban Banjir Bandang Nepal-Tibet Hampir 800 Jiwa

INNNEWS– Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Nepal dan wilayah Tibet di...

artikel yang mirip

Rekayasa Data Kemiskinan: Ketika Angka Menjadi Ilusi Birokrasi

Di era pemerintahan berbasis data, angka sering kali menjadi tolok ukur utama keberhasilan. Tingkat...

Night Market Ngarsopuro dan SOLO IS SOLO Semarakkan Koridor Gatot Subroto

INNNEWS – Koridor Gatot Subroto kembali menjadi pusat keramaian warga dan wisatawan melalui digelarnya...

Jazz Triwindu Meriahkan Malam di Depan Pasar Antik Triwindu Solo

INNNEWS – Pertunjukan Jazz Triwindu kembali digelar di depan Pasar Antik Triwindu, Solo, pada...