HomeHeadlineUni Emirat Arab Bakal Dirikan Rumah Sakit Jantung Skala Internasional di Solo

Uni Emirat Arab Bakal Dirikan Rumah Sakit Jantung Skala Internasional di Solo

Published on

spot_img

 655 total views

SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, Uni Emirat Arab (UEA) bakal dirikan rumah sakit berskala internasional di Kota Solo.

Rumah sakit tersebut kata Gibran direncanakan akan menjadi rumah sakit spesialis kardiologi atau jantung.

Seperti diketahui, pada Kamis, 20 Juli 2023 lalu, Tim Konsultan dari UEA telah bertemu dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming di Hotel Alila, Solo.

Diungkapkan Gibran usai pertemuan, pihaknya telah menyediakan lahan milik Pemerintah Kota Solo seluas 1,9 hektar. Lokasinya di kompleks Solo Techno Park (STP), Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Solo.

Pada tahap awal, ia menyebut rumah sakit itu memang dibuat sebagai rumah sakit jantung. Namun ke depan ada kemungkinan akan dikembangkan dengan menambah layanan spesialis kanker.

“Ini rumah sakit kardiologi dulu. Nanti masih ada fase kedua, fase ketiga. Setelah kardiologi bisa tambah kanker dan lain-lain,” katanya.

Padahal sebelumnya Gibran sempat mengusulkan agar investasi dari UEA tersebut ditanam untuk mengembangkan salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemkot Solo. Namun, rencana tersebut batal. “Enggak jadi (upgrade RSUD). Ini bikin baru ya,” katanya.

Gibran mengatakan rumah sakit besutan UEA ini akan dibangun bertaraf internasional dan diharapkan menjadi rujukan dari rumah sakit lain, sehingga dapat mengurangi jumlah warga Indonesia yang berobat ke luar negeri, sebagaimana yang sempat disinggung Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

“Betul. Ini untuk menjawab itu,” katanya.

Meski demikian Gibran belum membeberkan nama rumah sakit yang akan dibangun UEA itu. Ia juga tidak menjawab saat ditanya kemungkinan rumah sakit tersebut menerima pasien BPJS Kesehatan.

“Detailnya nanti sik (tunggu dulu). Sing penting iki wis deal kabeh (yang penting ini sudah deal semua). Tak proses-e sik izine (saya proses dulu izinnya),” pungkasnya.

 

 

Artikel Terbaru

Karhutla Berskala Nasional: Mengapa Prabowo–Gibran Belum Menetapkan Bencana Nasional?

INNNEWS - Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan berbagai agenda politik dan pembangunan. Namun, ketika...

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

artikel yang mirip

Karhutla Berskala Nasional: Mengapa Prabowo–Gibran Belum Menetapkan Bencana Nasional?

INNNEWS - Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan berbagai agenda politik dan pembangunan. Namun, ketika...

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...