HomeGaya HidupINNers, Jangan Kaget ya Kalau ke Solo Makanannya Manis-manis, Ini Alasannya

INNers, Jangan Kaget ya Kalau ke Solo Makanannya Manis-manis, Ini Alasannya

Published on

spot_img

 1,301 total views

SOLO – Halo INNers, Kalau kita menyebut kuliner Jawa pasti identik dengan rasa manis. Apalagi di wilayah Jawa Tengah, seperti di Kota Solo.

Apalagi bagi INNers yang baru pertama kali ke Kota Solo.

Misalnya akan temui makanan yang rasanya manis seperti Selat Solo, lenjongan, tahu kupat, hingga Sate yang berbumbu kecap. Semuanya identik dengan rasa yang manis.

Lenjongan Solo.

Ciri khas rasa masakan yang manis erat kaitannya dengan Sejarah di masa lalu.

Pada masa kolonialisme, dulu masyarakat  Hindia-Belanda khususnya wilayah Jawa tengah dan Jawa Timur dipaksa oleh Gubernur Jenderal  untuk menanam tanaman tebu karena kondisi lahan yang ideal.

Bisa dibilang bahwa Belanda melakukan eksploitasi besar – besaran Pada orang Jawa kala itu. Yang akhirnya membuat masyarakat kelaparan hingga kesulitan memenuhi kebutuhan pangan karena sudah tak tersedia lagi lahan yang kosong.

Masyarakat disaat itu bisa dibilang tangguh dan dapat memanfaatkan hasil tebu, mereka memanfaatkan air dari perasaan tebu untuk digunakan memasak.

Sehingga dari dulu sampai sekarang masyarakat Jawa sudah akrab dengan rasa yang manis. Selain itu rasa manis sudah terjadi secara turun temurun sejak zaman Majapahit. Karena rasa manis memiliki filosofi bagi masyarakat Jawa khususnya Kratonan yang memiliki simbol kenikmatan

Nah, itu tadi INNers alasan masakan Jawa khususnya di Kota Solo itu rasanya manis. Jadi, jangan kaget yah kalau ke Solo makan makanan yang manis-manis.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.