HomeGlobalLanggar Etik, Mahkamah Konstitusi Thailand Pecat Perdana Menteri hingga Seluruh Menteri 

Langgar Etik, Mahkamah Konstitusi Thailand Pecat Perdana Menteri hingga Seluruh Menteri 

Published on

spot_img

 1,129 total views

BANGKOK, INN INTERNASIONAL –  Mahkamah Konstitusi Thailand mencopot Perdana Menteri Srettha Thavisin, Rabu (14/8/2024) akibat melakukan pelanggaran etik serius.

Srettha dinyatakan melanggar etika lantaram mengangkat seseorang yang pernah dipenjara, 16 tahun silam, sebagai menteri dalam kabinetnya.

Mengutip keputusan Mahkamah Konstitusi Thailand dari  harian Bangkok Post, seluruh menteri anggota kabinet Srettha juga harus lengser.

Namun, para menteri itu tetap akan menjalankan tugas dalam kapasitas penjabat sementara (caretaker).

Puteri mantan PM Thaksin Shinawatra, Paetongtarn Shinawatra, disebut-sebut berpeluang menjadi PM baru Thailand.

Artikel Terbaru

PDIP Solo Gelar Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen untuk Masyarakat SOLO

INNNEWS– Dalam upaya nyata membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, DPC PDI Perjuangan (PDIP)...

Soal Polemik Saiful Mujaini, Pakar Politik NSL : Kekuasaan Tanpa Kehadiran Oposisi Menyimpan Bahaya Laten Yang Jauh Lebih Destruktif

INNNEWS- Sebelumnya, Saiful yang dikenal sebagai pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) itu meminta...

BOM DEMOGRAFI: Masalah Terbesar Kedua RI (Bg. 2) 75% Potensi dan 5 Tahun Sekolah Hilang

INNNEWS- Kalau masalah pertama adalah rapuhnya fondasi belajar, maka masalah kedua adalah akibat lanjutannya:...

Praktik Sains Pakai Senapan Rakitan, Siswa SMP di Siak Tewas

INNNEWS – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Siak, Riau, ketika seorang siswa Sekolah Menengah...

artikel yang mirip

PDIP Solo Gelar Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen untuk Masyarakat SOLO

INNNEWS– Dalam upaya nyata membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, DPC PDI Perjuangan (PDIP)...

Soal Polemik Saiful Mujaini, Pakar Politik NSL : Kekuasaan Tanpa Kehadiran Oposisi Menyimpan Bahaya Laten Yang Jauh Lebih Destruktif

INNNEWS- Sebelumnya, Saiful yang dikenal sebagai pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) itu meminta...

BOM DEMOGRAFI: Masalah Terbesar Kedua RI (Bg. 2) 75% Potensi dan 5 Tahun Sekolah Hilang

INNNEWS- Kalau masalah pertama adalah rapuhnya fondasi belajar, maka masalah kedua adalah akibat lanjutannya:...