HomeTrendingGielbran, GenZ yang Kritik Habis-habisan Pemerintahan Jokowi

Gielbran, GenZ yang Kritik Habis-habisan Pemerintahan Jokowi

Published on

spot_img

 788 total views

INN NEWS – Gielbran Muhammad Noor, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), dikenal sebagai salah satu pengkritik vokal terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Gielbran sering kali menyuarakan kritiknya melalui berbagai platform, termasuk media sosial dan aksi demonstrasi. Salah satu kritikannya yang paling menonjol adalah ketika ia menyebut Presiden Jokowi sebagai “Alumni UGM Paling Memalukan”.

Pernyataan ini memicu berbagai reaksi, baik dari pendukung maupun penentang pemerintah.

Akibat kritikannya yang tajam, Gielbran mengaku mengalami berbagai bentuk intimidasi.

Salah satu insiden yang ia alami adalah ketika intelijen mendatangi fakultasnya untuk meminta biodatanya.

Selain itu, ia juga menghadapi serangan pribadi di media sosial, termasuk tuduhan bahwa keluarganya terlibat dalam politik yang berseberangan dengan pemerintah.

Meskipun demikian, Gielbran tetap teguh pada pendiriannya dan terus menyuarakan kritiknya terhadap pemerintah.

Tidak hanya mengkritik Presiden Jokowi, Gielbran juga pernah melontarkan kritik pedas terhadap Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi.

Ia menyebut Gibran sebagai “anak haram konstitusi”. Kritik ini semakin memperkuat reputasinya sebagai pengkritik pemerintah yang berani dan tidak takut menghadapi konsekuensi dari tindakannya. Meskipun menghadapi berbagai tekanan, Gielbran tetap berkomitmen untuk menyuarakan pendapatnya demi kebaikan masyarakat dan negara.

Namun, siapa sebenarnya Gielbran dan bagaimana profilnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Biodata Gielbran Muhammad Noor

Gielbran adalah lulusan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dan pernah bekerja sebagai asisten dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Peternakan UGM. Ia telah meraih berbagai penghargaan, termasuk menjadi Finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke-34.

Selain itu, ia juga pernah menjadi bagian dari Delegasi International Symposium on the UN’s Sustainable Development Goals di University of Hiroshima, Jepang.

Gielbran tidak hanya berprestasi dalam akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi, seperti menjabat sebagai Ketua BEM KM UGM pada tahun 2022.

Sebelum menjadi Ketua, ia pernah menjabat sebagai Staff Advokasi dan Koordinator Bidang Kaderisasi Internal di BEM Peternakan UGM.

Ia juga memiliki pengalaman magang di Produksi Pangan Akademi Militer Magelang dan PT. Pahlawan Pangan Indonesia.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.