HomeTrendingKetika Mantan Presiden Turun Kelas Ngurus Pilkada 

Ketika Mantan Presiden Turun Kelas Ngurus Pilkada 

Published on

spot_img

 1,128 total views

INN NEWS – Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi Kembali jadi sorotan akibat bertemu secara terbuka dengan sejumlah calon kepala daerah Pilkada 2024.

Terbaru Jokowi baru bertemu dengan Cagub-cawagub Jateng (Ahmad Lutfi-Taj Yasin), Cagub Jakarta (Ridwan Kamil), dan Cawali dan cawawali Solo (Respati Ardi-Astrid Widayani).

Langkah Jokowi itu dinilai tak mencerminkan diri sebagai bapak bangsa, bapak yang dimiliki seluruh warga negara Indonesia, bukan calon tertentu saja.

Kritikan datang dari Ketua DPP PDIP Ronny Talapessy yang menyoroti Jokowi yang masih terlibat dalam Pilkada 2024.

Kata Roni, mengutip Tempo (7/11), meski tidak ada larangan terkait hal itu, Jokowi seharusnya membuktikan bahwa ia adalah sosok negarawan.

“Sebagai mantan presiden yang ikut mengurusi Pilkada, tentu masyarakat tidak melihat Jokowi sebagai sosok guru bangsa,” kata Ronny.

Ronny mengakui sikap keberpihakan Jokowi tersebut memang dijamin dalam konstitusi. Apalagi saat ini Jokowi tidak lagi memegang kendali atas pemerintahan.

Namun keterlibatan Jokowi dalam Pilkada harus dilihat dari sisi kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya berharapnya Pak Prabowo bersikap netral dan tidak mengulangi apa yang sudah terjadi sebelumnya saat Jokowi memerintah,” kata Ronny.

Sinyal keterlibatan Jokowi di Pilkada kata Ronny terlihat kentara di Pilkada Jateng, Jakarta dan Sumatera Utara. Di Pilkada Sumut, salah satu kandidat calonnya yaitu menantu Jokowi, Bobby Nasution.

Menurut dia, Jokowi akan menggunakan pola yang sama ketika dia mendukung Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

“Ini hanya pengulangan dari apa yang terjadi sebelumnya,” imbuhnya.

Ronny mengatakan selama musim kampanye Pilkada, sejumlah kepala daerah datang mengunjungi Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah. Para calon kepala daerah itu, ujar dia, memang datang untuk mendapatkan arahan dan dukungan.

“Ya ketika mantan presiden mengurusi Pilkada, artinya turun kelas,” pungkasnya.

 

Artikel Terbaru

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...

PM Singapura Lawrence Wong: Singapura Sangat Percaya pada Masa Depan Indonesia

INNNEWS – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan keyakinan kuat Singapura terhadap masa depan Indonesia....

artikel yang mirip

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...