HomeTrendingDipolisikan, Benarkah Guru Besar IPB Salah Hitung Kerugian Negara di Korupsi Harvey...

Dipolisikan, Benarkah Guru Besar IPB Salah Hitung Kerugian Negara di Korupsi Harvey Moeis?

Published on

spot_img

 1,091 total views

INN NEWS – Bambang Hero Saharjo, Guru Besar IPB University, dilaporkan ke Polda Bangka Belitung (Babel) atas dugaan korupsi dalam kasus tata niaga timah yang melibatkan Harvey Moeis.

Sebagai ahli lingkungan, Bambang dituding tidak memiliki kapasitas untuk menetapkan nilai kerugian negara dalam kasus tersebut. Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti, menyampaikan tanggapan Bambang terkait kasus timah.

“Terkait masalah timah, pihak yang berwenang memberikan penjelasan adalah Kapuspenkum Kejaksaan atau Dirdik/Dirtut. Saya mematuhi aturan,” ujar Bambang melalui Yatri.

Kronologi Bambang Dilaporkan ke polisi

Bambang dianggap tidak kompeten dalam menghitung kerugian lingkungan senilai Rp 271 triliun dalam kasus tata niaga timah yang berujung pada vonis sejumlah terdakwa, termasuk Harvey Moeis. Bahkan, nilai kerugian tersebut diklaim meningkat hingga Rp 300 triliun.

“Kami berharap majelis hakim dapat melakukan kajian lebih mendalam dan tidak hanya berdasarkan penilaian subjektif,” ujar Pengacara Andi Kusuma setelah melaporkan aduan di Mapolda Bangka Belitung pada Rabu (8/1).

Andi menjelaskan bahwa laporan terhadap Bambang Hero tidak berkaitan dengan kasus pribadi, seperti yang melibatkan Harvey Moeis.

“Kami hanya mempersoalkan penghitungan kerugian negara yang harus menjadi perhatian bersama. Terkait Harvey Moeis atau pihak lain, saya tidak bisa memberikan komentar karena mereka bukan klien kami,” jelas Andi, didampingi pengacara Budiyono dan Eli Rebuin.

Dalam laporan tertulis yang disampaikan ke Polda Babel, Bambang dianggap tidak kompeten dan dinilai kurang melibatkan ahli dalam menetapkan kerugian pada kasus tata niaga timah periode 2015-2022.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bangka Belitung, Kombes Nyoman Merthadana, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait penghitungan kerugian dalam kasus timah.

“Benar, ada laporan dari pihak pengacara, dan tentu akan kami dalami terlebih dahulu,” ujar Nyoman.

Penolakan terhadap hasil penghitungan kerugian timah di Bangka Belitung sudah berlangsung cukup lama. Dalam kasus korupsi timah tersebut, beberapa tersangka telah menjalani proses persidangan, dan sebagian sudah menerima vonis.

Artikel Terbaru

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....

artikel yang mirip

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...