HomeGlobalPropaganda Covid-19 hingga China Bikin AS Out dari WHO

Propaganda Covid-19 hingga China Bikin AS Out dari WHO

Published on

spot_img

 697 total views

INN INTERNASIONAL – 20 Januari 2025, Donald Trump, yang baru saja dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47, mengambil langkah yang signifikan dengan menandatangani perintah eksekutif untuk menarik Amerika Serikat dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Keputusan ini datang dengan beberapa alasan utama yang telah dikemukakan oleh Trump dan pemerintahannya.

Propaganda Covid 19

Trump menuduh WHO gagal dalam menangani pandemi COVID-19. Menurutnya, organisasi ini lambat dalam memberikan peringatan kepada dunia tentang penyebaran virus corona.

Dia menyatakan bahwa WHO telah “menipu kita semua, menipu Amerika Serikat,” dan bahwa krisis kesehatan global ini merupakan bukti kegagalan WHO dalam pengelolaan pandemi.

Kritik ini sudah diungkapkan sejak era pandemi, di mana Trump pertama kali memulai proses penarikan dari WHO pada tahun 2020.

Pengaruh Politik dan Ketergantungan pada China

Salah satu alasan utama yang dikemukakan adalah bahwa WHO terlalu dipengaruhi oleh kepentingan politik dari negara-negara anggota, khususnya China.

Trump menyatakan bahwa WHO tidak berfungsi secara independen dari “pengaruh politik yang tidak pantas dari negara-negara anggota WHO.”

 Dia menyoroti bahwa China, dengan populasi yang jauh lebih besar dari AS, memberikan kontribusi yang sangat kecil dibandingkan dengan Amerika Serikat, yang menyumbang sekitar 15,6% dari pendapatan tahunan WHO.

Masalah Pendanaan

Amerika Serikat telah lama menjadi donor terbesar WHO, memberikan sekitar USD 1,284 miliar selama periode 2022-2023. Trump mengkritik bahwa pembayaran ini sangat memberatkan bagi AS dan tidak proporsional dengan jumlah yang diberikan oleh negara lain, termasuk China.

Trump merasa bahwa AS telah dimanfaatkan secara finansial oleh WHO tanpa mendapatkan manfaat yang setimpal dari keanggotaannya.

Kepercayaan dan Transparansi

Ada juga isu tentang kepercayaan dan transparansi.

Trump menyatakan bahwa WHO telah menyesatkan dunia mengenai asal-usul virus corona dan tidak transparan dalam banyak aspek penanganan pandemi.

Ini termasuk tuduhan bahwa WHO menutupi informasi penting atas tekanan dari China.

Strategi Kebijakan Luar Negeri

Keputusan ini juga bisa dilihat dalam konteks kebijakan luar negeri Trump yang lebih menekankan pada kepentingan nasional AS di atas semua kepentingan lain, yang sering disebut dengan slogan “America First.”

Penarikan dari WHO adalah bagian dari serangkaian kebijakan yang mencakup keluar dari beberapa perjanjian internasional lainnya seperti Perjanjian Iklim Paris dan TPP.

Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran global mengenai kemampuan WHO untuk berfungsi tanpa kontribusi finansial dan kepemimpinan dari AS.

 

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.