HomeHeadlineVietnam Pangkas Kementerian dari 30 Jadi 22 untuk Efisiensi Anggaran

Vietnam Pangkas Kementerian dari 30 Jadi 22 untuk Efisiensi Anggaran

Published on

spot_img

 1,348 total views

INN INTERNASIONAL – Dilaporkan AFP Senin (10/2), Vietnam akan memangkas 1 dari 5 pekerjaan sektor publik dan memangkas miliaran dolar AS dari dana pemerintah.

Pemimpin tertinggi Vietnam, To Lam, yang 2,5 tahun lalu menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis menyusul kematian pendahulunya mengatakan lembaga negara tidak boleh menjadi tempat aman untuk pejabat yang lemah.

“Jika kita menginginkan badan yang sehat, terkadang kita harus memakan obat yang pahit dan menahan sakit untuk menghilangkan tumor,” kata Lam pada Desember 2024 lalu.

Reformasi yang oleh pejabat senior disebut sebagai revolusi ini akan memangkas jumlah kementerian dan lembaga pemerintah dari 30 menjadi 22. Media, layanan sipil, polisi dan militer akan menghadapi pemotongan.

Dari pemotongan itu, 100 ribu orang akan diberhentikan atau ditawarkan pensiun dini. Namun, belum jelas apakah akan ada target yang lebih besar yang bisa tercapai.

Beberapa pegawai telah diberikan pemberitahuan seperti Thanh — bukan nama sebenarnya. Ia mengungkapkan kariernya sebagai produser TV harus berakhir bulan lalu.

Saluran TV pemerintah tempatnya bekerja merupakan salah satu dari 5 stasiun TV yang ditutup. Ayah 2 anak itu diberikan pemberitahuan 2 minggu untuk berhenti.

“Sangat menyakitkan jika berbicara mengenai hal itu,” katanya yang kini banting setir menjadi sopir taksi.

Vietnam mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di angka 7,1 persen pada tahun 2024. Vietnam yang merupakan pusat manufaktur global yang sangat bergantung pada ekspor menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen tahun ini.

Negara ini juga menargetkan menjadi negara berpendapatan menengah pada 2030 dan melompat ke jajaran negara berpendapatan tinggi pada 2045.

“Mereka sangat ingin mencapai tujuan itu,” kata Nguyen Hong Hai, penerima beasiswa Fulbright asal Vietnam di American University di Washington DC.

“Ini tentang [menunjukkan] legitimasi partai, kekuatan partai,” katanya.

Otoritas mengatakan penghematan dari pemotongan belanja bisa mencapai USD 4,5 miliar dalam 5 tahun ke depan meski ada biaya lebih dari USD 5 miliar untuk paket pensiun dan pesangon.

 

Artikel Terbaru

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

Listyo Jatuh, Ada Apakah?

INNNEWS – Dunia kepolisian Indonesia diguncang kabar mengejutkan pagi ini. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo...

artikel yang mirip

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...