7,166 total views
JAKARTA – Maluku Utara mencatatkan lembaran sejarah baru dalam perjalanan politiknya pada 20 Februari 2025, ketika Sherly Tjoanda Laos dilantik sebagai gubernur pertama yang berjenis kelamin perempuan di provinsi tersebut.
Pelantikan yang dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini, Kamis 20 Februari 2025 tidak hanya menandai keberhasilan seorang perempuan memimpin daerah, tetapi juga mengukir prestasi luar biasa karena Sherly adalah seorang Kristen dari etnis Tionghoa—status yang menjadikannya simbol “triple minority” di wilayah mayoritas Muslim.
Ia adalah istri dari mendiang Benny Laos, seorang politikus dan pengusaha ternama yang wafat tragis dalam kecelakaan speedboat saat kampanye Pilkada 2024.
Dari Duka Menuju Panggung Politik
Sherly Tjoanda, yang akrab disebut Sherly Laos, tidak pernah bermimpi menjadi gubernur.
Sebelumnya, ia dikenal sebagai pendamping setia Benny Laos, mantan Bupati Pulau Morotai periode 2017-2022, dalam berbagai aktivitas sosial dan politik. Namun, nasib berkata lain. Pada 12 Oktober 2024, Benny Laos tewas dalam insiden kebakaran speedboat di Pelabuhan Bobong, Pulau Taliabu, saat sedang berkampanye sebagai calon gubernur Maluku Utara.

Tragedi itu juga melukai Sherly, yang saat itu ikut dalam rombongan, hingga ia harus menjalani perawatan intensif karena patah kaki dan luka bakar.
Meski diliputi duka mendalam, Sherly menunjukkan ketangguhan luar biasa. Hanya beberapa hari setelah kejadian, delapan partai koalisi yang sebelumnya mengusung Benny Laos—termasuk NasDem, Demokrat, PKB, dan PPP—sepakat mengusulkan Sherly sebagai pengganti suaminya.
Keputusan ini didasari keyakinan bahwa Sherly mampu melanjutkan visi Benny untuk membangun Maluku Utara yang lebih sejahtera. Dengan penuh tekad, Sherly menerima amanah tersebut meski masih dalam proses pemulihan fisik. “Saya siap melanjutkan perjuangan Pak Benny,” ujarnya dalam salah satu pernyataan yang menggugah hati.
Kemenangan Bersejarah di Pilkada 2024
Pilkada Maluku Utara yang digelar pada 27 November 2024 menjadi panggung pembuktian bagi Sherly. Berpasangan dengan Sarbin Sehe, ia berhasil memenangkan hati rakyat dengan perolehan suara mencapai 50,73 persen berdasarkan hitung cepat Indikator Politik Indonesia.
Angka ini jauh mengungguli tiga pasangan calon lainnya, termasuk Sultan Tidore Husain Alting Sjah yang hanya meraih 23,32 persen. Kemenangan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan toleransi dan kedewasaan politik masyarakat Maluku Utara.
Sebagai perempuan Kristen keturunan Tionghoa di provinsi dengan 74,5 persen penduduk Muslim (data Dukcapil Kemendagri 2023), Sherly menghadapi tantangan besar.
Namun, survei sebelum pemilu menunjukkan bahwa 81,9 persen responden tidak mempermasalahkan etnis calon, dan 70,8 persen tidak mempersoalkan agama. Faktor simpati atas kepergian Benny Laos, ditambah rekam jejak positif suaminya sebagai bupati, turut mengerek popularitas Sherly.
“Dekat dengan rakyat” menjadi alasan utama warga memilihnya, menurut penelitian Indikator Politik.
Triple Minority yang Menginspirasi
Sherly Tjoanda lahir di Manado pada 12 Agustus 1982 dan menikah dengan Benny Laos pada 28 Mei 2005. Pasangan ini dikaruniai tiga anak: Bennett Edbert, Benneisha Edelyn, dan Benedictus Edrick.
Sebelum terjun ke politik, Sherly aktif dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Bela Peduli, yang ia dirikan bersama Benny, serta sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Maluku Utara. Ia juga memiliki latar belakang pendidikan mentereng, dengan gelar sarjana dari Universitas Petra Surabaya dan program double degree dari Inholland University, Belanda.
Kemenangan Sherly menjadikannya gubernur perempuan pertama sekaligus gubernur Tionghoa dan Kristen pertama di Maluku Utara. Status “triple minority”—perempuan, Kristen, dan etnis Tionghoa—yang melekat padanya tidak lagi menjadi penghalang, melainkan simbol perubahan.
Ia membuktikan bahwa kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender, agama, atau etnis, tetapi oleh visi, integritas, dan kedekatan dengan rakyat.
Melanjutkan Cita-Cita Benny Laos
Jelang pelantikan pada 20 Februari 2025, Sherly menyampaikan pesan haru tentang suaminya.
“Kesayanganmu kangen dan sayang sama papi,” tulisnya di media sosial, menegaskan bahwa ia akan melanjutkan cita-cita Benny yang belum tercapai. Fokusnya adalah pemerataan pembangunan, keadilan sosial, dan transparansi pemerintahan—warisan visi yang dulu digagas bersama sang suami.
Sherly juga memuji kecerdasan pemilih Maluku Utara yang memilih dengan hati nurani, bukan karena politik uang. “Kemenangan seorang minoritas seperti saya menunjukkan bahwa toleransi dan keberagaman adalah kekuatan kita,” katanya. Dengan usia 42 tahun saat dilantik, ia juga menjadi salah satu gubernur termuda dalam sejarah provinsi ini.


