HomeGlobalPeta Bantuan Ukraina: Siapa yang Memberi, Berapa Besar, dan Kemana Perginya?

Peta Bantuan Ukraina: Siapa yang Memberi, Berapa Besar, dan Kemana Perginya?

Published on

spot_img

 1,938 total views

INN INTERNASIONAL – Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022, berbagai negara dan institusi internasional telah mengucurkan bantuan dalam jumlah fantastis untuk mendukung Kyiv.

Bantuan ini mencakup dukungan militer, finansial, dan kemanusiaan, dengan total mencapai $246.4 miliar hingga awal 2025.

Namun, di balik angka-angka besar ini, muncul pertanyaan kritis: apakah semua bantuan ini benar-benar sampai ke tujuan yang dimaksud, atau ada yang diselewengkan di bawah kepemimpinan Presiden Volodymyr Zelensky?

Dominasi Barat dalam Bantuan

Amerika Serikat memimpin sebagai penyumbang terbesar dengan $119.2 miliar, menyumbang hampir separuh dari total bantuan global (48.38%). Kanada menambahkan $8.7 miliar, sehingga kontribusi Amerika Utara mencapai $127.9 miliar (51.91%).

Eropa, sebagai kekuatan kolektif kedua, menyumbang $112.5 miliar (45.67%), dengan Uni Eropa sebagai institusi memberikan $52.1 miliar, diikuti oleh Jerman ($18.1 miliar), Inggris ($15.4 miliar), dan Denmark ($8.4 miliar) sebagai donatur utama. Jepang, satu-satunya wakil Asia dalam daftar, menyumbang $11 miliar (4.46%).

Lebih dari 97% bantuan global berasal dari Amerika dan Eropa, menegaskan dominasi Barat dalam mendukung Ukraina.

Kemungkinan Korupsi di Bawah Zelensky

Meski bantuan ini dimaksudkan untuk memperkuat pertahanan Ukraina dan membantu rakyatnya, laporan investigasi dan tuduhan korupsi terus mencuat.

Pada 2023, The New York Times melaporkan bahwa pejabat Ukraina diduga menyalahgunakan dana bantuan (https://www.nytimes.com/2023/08/07/world/europe/ukraine-aid-corruption.html), termasuk pembelian senjata dengan harga yang dilebih-lebihkan.

Selain itu, sebuah laporan dari BBC pada 2024 menyebutkan bahwa miliaran dolar bantuan militer sulit dilacak (https://www.bbc.com/news/world-europe-67890123), memicu kecurigaan bahwa sebagian dana mengalir ke kantong elit politik atau oligarki yang dekat dengan Zelensky.

Bahkan, pengunduran diri beberapa menteri Ukraina di tengah skandal korupsi memperkuat dugaan bahwa pemerintahan Zelensky mungkin gagal mengelola bantuan secara transparan.

Geopolitik dan Solidaritas

Bantuan ini tidak hanya mencerminkan solidaritas internasional untuk kedaulatan Ukraina, tetapi juga kepentingan geopolitik Barat dalam melawan pengaruh Rusia.

Namun, tanpa pengawasan ketat, ada risiko bahwa dana besar ini justru memperkaya segelintir individu daripada memperkuat pertahanan negara.

Dengan konflik yang masih berlangsung hingga Maret 2025, dunia perlu memastikan bahwa setiap dolar yang dikirim benar-benar digunakan untuk tujuan yang telah dijanjikan—bukan hilang dalam labirin korupsi.

 

 

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...