HomeTrendingBanjir Melanda Jabodetabek, Macet di Sejumlah Lokasi

Banjir Melanda Jabodetabek, Macet di Sejumlah Lokasi

Published on

spot_img

 1,031 total views

INN JAKARTA – Banjir melanda sejumlah kawasan di Jabodetabek pada Selasa, 4 Maret 2025, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.

Intensitas hujan yang tinggi membuat beberapa titik tergenang air, menghambat aktivitas warga dan memicu kemacetan parah di ruas-ruas jalan utama.

Sejumlah lokasi yang terdampak di antaranya kawasan Gatot Subroto, Pengadegan Timur, dan Palmerah Selatan.

Selain dipicu oleh curah hujan lokal yang tinggi, banjir kali ini juga diperparah oleh banjir kiriman dari wilayah hulu, Bogor.

Aliran air dari daerah hulu melalui sungai-sungai besar, termasuk Sungai Ciliwung, membuat debit air meningkat secara signifikan dan meluap ke kawasan permukiman di hilir.

Hal ini mengakibatkan sejumlah rumah dan jalan di kawasan rendah, seperti Pengadegan Timur, terendam air.

Genangan air tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga merendam permukiman warga di beberapa daerah. Salah satu dokumentasi yang diambil oleh tim INN menunjukkan kondisi sebuah rumah di kawasan Pengadegan Timur yang terendam banjir hingga ke bagian dalam rumah.

Pemilik rumah terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka dengan memindahkannya ke tempat yang lebih aman.

Kemacetan parah juga terjadi di beberapa ruas jalan utama akibat genangan air yang sulit surut.

 Kendaraan terpaksa melambat atau bahkan berhenti di tengah jalan, menyebabkan antrean panjang. Warga yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dilaporkan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan mereka.

Menurut pantauan sementara, banjir ini terjadi karena kombinasi antara curah hujan tinggi, banjir kiriman dari hulu, dan buruknya sistem drainase di sejumlah kawasan, sehingga air meluap dan menggenangi permukiman serta jalan raya.

Beberapa warga mengeluhkan bahwa banjir ini rutin terjadi setiap kali hujan deras turun dan air dari hulu meluap, namun hingga kini belum ada langkah signifikan yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

Sementara itu, warga diimbau untuk menghindari area yang terdampak banjir dan menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.