HomeTrendingBanjir Melanda Jabodetabek, Macet di Sejumlah Lokasi

Banjir Melanda Jabodetabek, Macet di Sejumlah Lokasi

Published on

spot_img

 1,401 total views

INN JAKARTA – Banjir melanda sejumlah kawasan di Jabodetabek pada Selasa, 4 Maret 2025, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.

Intensitas hujan yang tinggi membuat beberapa titik tergenang air, menghambat aktivitas warga dan memicu kemacetan parah di ruas-ruas jalan utama.

Sejumlah lokasi yang terdampak di antaranya kawasan Gatot Subroto, Pengadegan Timur, dan Palmerah Selatan.

Selain dipicu oleh curah hujan lokal yang tinggi, banjir kali ini juga diperparah oleh banjir kiriman dari wilayah hulu, Bogor.

Aliran air dari daerah hulu melalui sungai-sungai besar, termasuk Sungai Ciliwung, membuat debit air meningkat secara signifikan dan meluap ke kawasan permukiman di hilir.

Hal ini mengakibatkan sejumlah rumah dan jalan di kawasan rendah, seperti Pengadegan Timur, terendam air.

Genangan air tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga merendam permukiman warga di beberapa daerah. Salah satu dokumentasi yang diambil oleh tim INN menunjukkan kondisi sebuah rumah di kawasan Pengadegan Timur yang terendam banjir hingga ke bagian dalam rumah.

Pemilik rumah terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka dengan memindahkannya ke tempat yang lebih aman.

Kemacetan parah juga terjadi di beberapa ruas jalan utama akibat genangan air yang sulit surut.

 Kendaraan terpaksa melambat atau bahkan berhenti di tengah jalan, menyebabkan antrean panjang. Warga yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dilaporkan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan mereka.

Menurut pantauan sementara, banjir ini terjadi karena kombinasi antara curah hujan tinggi, banjir kiriman dari hulu, dan buruknya sistem drainase di sejumlah kawasan, sehingga air meluap dan menggenangi permukiman serta jalan raya.

Beberapa warga mengeluhkan bahwa banjir ini rutin terjadi setiap kali hujan deras turun dan air dari hulu meluap, namun hingga kini belum ada langkah signifikan yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

Sementara itu, warga diimbau untuk menghindari area yang terdampak banjir dan menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...