HomeGlobalIndonesia Siap Tampung Warga Gaza, Gelombang Pertama 1.000 Orang

Indonesia Siap Tampung Warga Gaza, Gelombang Pertama 1.000 Orang

Published on

spot_img

 974 total views

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia siap menampung warga Gaza yang menjadi korban konflik berkepanjangan di Palestina.

Dalam gelombang pertama, sebanyak 1.000 orang diperkirakan akan dievakuasi ke Indonesia sebagai bentuk dukungan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.

Prabowo menyatakan bahwa pemerintah Indonesia akan mengerahkan pesawat untuk mengevakuasi warga Gaza yang terluka, mengalami trauma akibat perang, anak-anak yatim piatu, serta siapa saja yang membutuhkan pertolongan.

“Kami akan mengirim pesawat ke sana untuk membawa mereka yang membutuhkan ke Indonesia,” ujar Prabowo dalam pernyataannya.

Namun, ia menegaskan bahwa evakuasi ini bersifat sementara. Warga yang dibawa ke Indonesia akan dikembalikan ke Gaza setelah kondisi mereka pulih dan situasi di wilayah tersebut memungkinkan untuk ditinggali kembali.

Rencana evakuasi ini, menurut Prabowo, telah disepakati bersama pemerintah Palestina dan pihak-pihak terkait.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan evakuasi akan dilakukan dengan persetujuan semua pihak yang terlibat dalam konflik, demi memastikan proses berjalan lancar dan aman.

“Kami tidak ingin ini menjadi polemik, tetapi kami ingin membantu saudara-saudara kita di Palestina,” tegasnya.

Sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan dan keselamatan rakyat Palestina, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan negara-negara Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab, Turki, Qatar, Mesir, dan Yordania.

Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa rencana evakuasi dapat terlaksana dengan baik serta mendapat dukungan logistik dan diplomatik dari negara-negara tetangga.

Langkah ini mencerminkan posisi Indonesia yang secara konsisten mendukung perjuangan Palestina, baik melalui diplomasi maupun aksi kemanusiaan.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia akan terus berupaya memberikan bantuan nyata kepada warga Gaza yang tengah menghadapi krisis akibat konflik yang tak kunjung usai.

 

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.