HomeGaya HidupJokowi Digugat, Janji Mobil Esemka yang Tak Pernah Terwujud

Jokowi Digugat, Janji Mobil Esemka yang Tak Pernah Terwujud

Published on

spot_img

 1,542 total views

SOLO – Seorang warga bernama Aufaa Luqmana Re A telah mengajukan gugatan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena kesulitan membeli mobil Esemka.

Gugatan tersebut didaftarkan secara online ke Pengadilan Negeri Surakarta pada tanggal (8/4) dengan nomor pendaftaran PN SKT-08042025051. Selain Jokowi, gugatan juga ditujukan kepada mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK/Esemka).

Kuasa hukum Aufaa menyatakan bahwa tuntutan tersebut berfokus pada ketidakmampuan para tergugat memenuhi janji mereka untuk memproduksi mobil Esemka secara massal, yang dianggap sebagai wanprestasi.

Penggugat merasa dirugikan secara hukum dan menuntut kompensasi sebesar Rp 300 juta untuk dua mobil pikap Esemka, dengan harga masing-masing Rp 150 juta.

“Tuntutannya adalah, menyatakan para Tergugat itu tidak dapat memenuhi janjinya dalam hal memproduksi mobil Esemka secara massal, sehingga dikategorikan sebagai perbuatan wanprestasi.

Pihak Penggugat merasa dirugikan kepentingan hukumnya sehingga menuntut para Tergugat paling rendah harga mobil pikap Esemka masing-masing Rp 150 juta.

Karena dia ingin beli dua mobil, jadi Rp 300 juta,” ujar kuasa hukum Aufaa pada (8/4).

Jokowi sendiri adalah tokoh yang mempopulerkan merek mobil Esemka di Indonesia. Saat menjabat sebagai Wali Kota Solo, ia sempat menggunakan salah satu mobil Esemka sebagai kendaraan dinas dan terus mendukung upaya produksi massal mobil tersebut.

Puncaknya terjadi pada tahun 2019, ketika Jokowi meresmikan pabrik Esemka di Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, saat ia menjabat sebagai Presiden RI untuk periode kedua.

Sigit, kuasa hukum Aufaa, menjelaskan bahwa kliennya, yang merupakan anak dari Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, pernah serius berniat membeli dua unit mobil pikap Esemka Bima.

Aufaa bahkan mengunjungi pabrik Esemka di Boyolali pada tahun 2021, tetapi tidak berhasil melihat unit mobil tersebut.

Ia hanya bertemu dengan tim pemasaran di lobi tanpa diizinkan melihat kendaraan.

Sigit juga menyatakan bahwa hingga akhir masa jabatan Jokowi pada tahun 2024, mobil Esemka belum menjadi mobil nasional dan produk Esemka tidak terlihat di pasar otomotif Indonesia.

Artikel Terbaru

Blunder Komunikasi Purbaya: Sikap Tak Elok Menteri Keuangan Perburuk Sentimen Pasar

INNNEWS - Baru-baru ini, sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan...

PM Keir Starmer Mundur dari Jabatan, Andy Burnham Jadi Calon Kuat Pengganti

INNNEWS — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan...

Di Balik Meledaknya Trend Bisnis Padel: Ledakan Pasca-Pemilu 2024 di Tengah Gejolak Ekonomi

INNNEWS - Padel, olahraga raket yang menggabungkan tenis dan squash, tiba-tiba meledak di Indonesia...

Mahasiswa Trisakti Terus Berdemo di Depan DPR hingga Menjelang Petang, Gaungkan Tritura Kembali

INNNEWS – Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti bersama elemen lain seperti Universitas Esa Unggul terus menggelar...

artikel yang mirip

Blunder Komunikasi Purbaya: Sikap Tak Elok Menteri Keuangan Perburuk Sentimen Pasar

INNNEWS - Baru-baru ini, sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan...

PM Keir Starmer Mundur dari Jabatan, Andy Burnham Jadi Calon Kuat Pengganti

INNNEWS — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan...

Di Balik Meledaknya Trend Bisnis Padel: Ledakan Pasca-Pemilu 2024 di Tengah Gejolak Ekonomi

INNNEWS - Padel, olahraga raket yang menggabungkan tenis dan squash, tiba-tiba meledak di Indonesia...