HomeHeadlineIndustri Otomotif RI Kritis! Kelas Menengah Ambruk, Harga Mobil Makin Tak Terjangkau

Industri Otomotif RI Kritis! Kelas Menengah Ambruk, Harga Mobil Makin Tak Terjangkau

Published on

spot_img

 1,043 total views

INN NEWS – Industri otomotif Indonesia sedang menghadapi tantangan berat. Penurunan daya beli masyarakat, khususnya di kalangan kelas menengah, serta harga mobil yang semakin tidak terjangkau, menjadi faktor utama yang membuat pasar otomotif nasional stagnan.

Fenomena ini memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap perekonomian nasional, mengingat industri otomotif merupakan salah satu pilar penting dalam sektor manufaktur dan penyedia lapangan kerja di Indonesia.

Penurunan Kelas Menengah dan Daya Beli

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan signifikan sejak 2019. Pada 2019, kelas menengah dengan pengeluaran Rp2 juta hingga Rp9,9 juta per bulan per individu berjumlah 57,33 juta orang.

Namun, pada 2024, angka ini merosot menjadi 47,85 juta orang, berkurang sekitar 9,48 juta jiwa.

Penurunan ini diperparah oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan meningkatkan pengangguran, sehingga banyak kelas menengah tergeser ke kategori “aspiring middle class” atau bahkan kelas bawah.

Kelas menengah selama ini menjadi tulang punggung konsumsi otomotif, terutama untuk pembelian mobil baru.

Menurut Ekonom Senior Raden Pardede, kelas menengah dengan pengeluaran keluarga antara Rp8 juta hingga Rp40 juta per bulan adalah konsumen utama yang mampu membeli mobil dan rumah.

Namun, ketika daya beli menurun, banyak keluarga beralih ke kebutuhan pokok atau transportasi umum, bahkan memilih mobil bekas yang lebih terjangkau sebagai alternatif.

Penjualan Mobil Anjlok

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penurunan drastis dalam penjualan mobil. Pada 2024, total penjualan wholesales hanya mencapai 865.723 unit, jauh di bawah capaian 2023 yang sebesar 1,005 juta unit.

Penjualan ritel juga turun 14% pada semester pertama 2024 dibandingkan periode yang sama di 2023, dengan angka 431.987 unit. Khususnya pada September 2024, penjualan mobil anjlok hingga 72.667 unit, dengan total 633.218 unit terjual dari Januari hingga September.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyebut fenomena ini sebagai “one million trap”, di mana penjualan mobil tahunan di Indonesia kesulitan menembus angka satu juta unit secara signifikan sejak 2013. Penurunan daya beli kelas menengah menjadi faktor utama stagnasi ini.

Selain penurunan daya beli, harga mobil yang terus meningkat juga memperburuk situasi. Inflasi yang tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan per kapita membuat masyarakat kelas menengah sulit mengejar harga mobil baru.

 

Artikel Terbaru

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...

Keraton Surakarta Sebut Perlu Dukungan untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

INNNEWS-Keraton Surakarta Hadiningrat menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak guna menjaga dan melestarikan kebudayaan...

Ratusan Siswa di Klaten Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Korban Dirawat di Puskesmas Majegan

INNNEWS-Klaten – Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diduga...

Mimbar Agama Disuruh ‘Tenang’? Publik Curiga Ada Upaya Membungkam Suara Kritis!

INNEWS - Sebuah surat resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur memicu...

artikel yang mirip

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...

Keraton Surakarta Sebut Perlu Dukungan untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

INNNEWS-Keraton Surakarta Hadiningrat menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak guna menjaga dan melestarikan kebudayaan...

Ratusan Siswa di Klaten Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Korban Dirawat di Puskesmas Majegan

INNNEWS-Klaten – Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diduga...