HomeGlobalHarga Minyak Turun Drastis Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran-Israel

Harga Minyak Turun Drastis Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran-Israel

Published on

spot_img

 1,293 total views

INN INTERNASIONAL – Harga minyak dunia anjlok tajam pada Selasa (24/6/2025) menyusul pengumuman Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai gencatan senjata antara Iran dan Israel.

Pengumuman ini meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang sebelumnya memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.

Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata penuh mulai tengah malam waktu New York.

Kesepakatan ini, yang awalnya berlaku selama 12 jam, diharapkan dapat mengakhiri konflik dalam waktu 24 jam. Langkah ini menyusul serangan simbolis Iran ke pangkalan militer AS di Qatar, yang tidak menimbulkan korban jiwa, sehingga mengurangi eskalasi ketegangan.

Harga Minyak Anjlok Lebih dari 3%

Akibat pengumuman tersebut, harga minyak mentah dunia langsung tertekan. Minyak Brent, acuan global, turun sebesar 2,69 dolar AS atau 3,76% menjadi 68,79 dolar AS per barel, mencatat level terendah sejak 11 Mei 2025.

Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI), acuan AS, merosot 2,78 dolar AS atau 3,94% ke level 65,46 dolar AS per barel, menyentuh titik terendah sejak 9 Juni 2025. Dalam sesi perdagangan, kedua jenis minyak sempat anjlok lebih dari 4% hingga 6%.

“Pasar minyak bereaksi cepat terhadap kabar gencatan senjata ini. Ketidakpastian geopolitik yang mereda membuat pelaku pasar mengurangi spekulasi risiko gangguan pasokan,” kata John Kilduff, analis energi dari Again Capital, seperti dikutip dari Reuters.

Dampak pada Pasar Global

Penurunan harga minyak ini juga memengaruhi pasar energi secara luas. Saham perusahaan minyak besar seperti Exxon Mobil dan Chevron turun masing-masing 1,8% dan 2,2% dalam perdagangan awal.

Di sisi lain, investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman, seperti obligasi pemerintah AS, setelah ketegangan mereda.

Meski begitu, beberapa analis memperingatkan bahwa pasar minyak tetap rentan terhadap perkembangan lebih lanjut. “Gencatan senjata ini baru tahap awal. Jika ada pelanggaran atau ketidakpatuhan, harga minyak bisa kembali melonjak,” ujar Tamas Varga, analis dari PVM Oil Associates.

Implikasi bagi Indonesia

Bagi Indonesia, penurunan harga minyak dunia dapat memberikan efek beragam. Di satu sisi, harga bahan bakar yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan pada anggaran subsidi energi pemerintah.

Namun, sebagai negara pengekspor minyak dan gas, pendapatan dari sektor energi berpotensi terdampak jika harga tetap rendah dalam jangka panjang.

Hingga berita ini ditulis, pasar masih mencermati perkembangan lebih lanjut terkait implementasi gencatan senjata.

Pelaku pasar juga menantikan laporan mingguan persediaan minyak AS dari American Petroleum Institute (API) untuk mengukur sentimen lebih lanjut.

 

Artikel Terbaru

Kontingen Paduan Suara Wanita Kepri Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta, Pilih Bernyanyi Daripada Protes

Sebuah kejadian memilukan sekaligus menginspirasi terjadi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebanyak 27 anggota Paduan Suara Wanita (PSW) Kontingen Kepulauan Riau (Kepri) yang hendak berangkat ke Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat Daya, terpaksa terlantar karena tiket pesawat mereka ternyata hanya berstatus booking dan belum dibayar.

RBP Joyosuran Gelar Jalan-jalan Edukatif ke Museum Pers, Keris, dan Taman 45 Banjasari

INNNEWS– Rumah Belajar Pancasila (RBP) Joyosuran menggelar kegiatan belajar di luar kelas yang menyenangkan...

Garis Depan Investasi Medis: Mengapa IPO JECX Menarik untuk Investor Jangka Panjang

INNNEWS – Rencana pencatatan saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola jaringan JEC Eye...

ANALISIS HUKUM KEMATIAN 4 CALON MANAJER KOPDES: ADAKAH KELALAIAN INSTITUSIONAL?

INNNEWS - Meninggalnya empat Calon Manajer Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Nelayan Merah Putih...

artikel yang mirip

Kontingen Paduan Suara Wanita Kepri Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta, Pilih Bernyanyi Daripada Protes

Sebuah kejadian memilukan sekaligus menginspirasi terjadi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebanyak 27 anggota Paduan Suara Wanita (PSW) Kontingen Kepulauan Riau (Kepri) yang hendak berangkat ke Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat Daya, terpaksa terlantar karena tiket pesawat mereka ternyata hanya berstatus booking dan belum dibayar.

RBP Joyosuran Gelar Jalan-jalan Edukatif ke Museum Pers, Keris, dan Taman 45 Banjasari

INNNEWS– Rumah Belajar Pancasila (RBP) Joyosuran menggelar kegiatan belajar di luar kelas yang menyenangkan...

Garis Depan Investasi Medis: Mengapa IPO JECX Menarik untuk Investor Jangka Panjang

INNNEWS – Rencana pencatatan saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola jaringan JEC Eye...