HomeTrendingMenteri P2MI Dorong Warga Jateng Kerja ke Luar Negeri untuk Tekan Pengangguran

Menteri P2MI Dorong Warga Jateng Kerja ke Luar Negeri untuk Tekan Pengangguran

Published on

spot_img

 1,040 total views

SEMARANG – Sebuah video pernyataan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menjadi viral di media sosial.

Dalam pernyataannya, Karding mendorong masyarakat, khususnya di Jawa Tengah, untuk bekerja ke luar negeri secara resmi sebagai upaya menekan angka pengangguran terbuka.

Pernyataan ini disampaikan saat talkshow dan peresmian Migrant Center di Gedung Prof. Soedarto, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pada Kamis (26/6/2025).

Karding menyebutkan bahwa Jawa Tengah memiliki hampir 1 juta pengangguran yang belum terserap di pasar kerja dalam negeri.

Ia mengajak masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk mempertimbangkan peluang bekerja di luar negeri sebagai solusi. “Di Jateng ada (hampir) 1 juta (pengangguran) yang belum terserap, anda (mahasiswa) calon (tenaga kerja) yang tidak terserap, maka segera berpikir ke luar negeri,” ujarnya.

Menurut Karding, secara nasional, angka pengangguran di Indonesia telah melampaui 70 juta orang.

Dalam kondisi ini, bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) terampil menjadi salah satu solusi utama untuk mengurangi angka pengangguran. Ia menegaskan bahwa bekerja di luar negeri bukan sekadar alternatif, melainkan pilihan utama untuk meraih karier global yang lebih baik.

“Justru bekerja di luar negeri jembatan kita menapak karier lebih bagus, karier global,” tambahnya.

Saat menjawab pertanyaan peserta terkait minimnya lapangan kerja dalam negeri, Karding menjelaskan bahwa isu tersebut bukan wewenangnya.

“Pertanyaan itu harusnya tanya Kemenaker, bukan saya. Karena yang bertanggung jawab soal penyerapan tenaga kerja dalam negeri itu Menaker, saya menyerap yang ke luar negeri,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa tugas Kementerian P2MI adalah memfasilitasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin bekerja di luar negeri secara legal dan aman.

Pernyataan Karding ini memicu beragam reaksi di media sosial. Sebagian warganet mendukung langkah ini sebagai solusi praktis di tengah tingginya angka pengangguran, sementara yang lain mempertanyakan minimnya upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.

Migrant Center yang diresmikan di Undip diharapkan menjadi pusat informasi dan pelatihan bagi calon PMI, memastikan mereka siap bersaing di pasar kerja internasional dengan aman dan terlindungi.

Karding menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa bekerja di luar negeri bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga membuka peluang untuk membangun karier yang lebih baik di kancah global.

Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan visi Kementerian P2MI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui peluang kerja internasional.

Artikel Terbaru

PDIP Solo Gelar Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen untuk Masyarakat SOLO

INNNEWS– Dalam upaya nyata membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, DPC PDI Perjuangan (PDIP)...

Soal Polemik Saiful Mujaini, Pakar Politik NSL : Kekuasaan Tanpa Kehadiran Oposisi Menyimpan Bahaya Laten Yang Jauh Lebih Destruktif

INNNEWS- Sebelumnya, Saiful yang dikenal sebagai pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) itu meminta...

BOM DEMOGRAFI: Masalah Terbesar Kedua RI (Bg. 2) 75% Potensi dan 5 Tahun Sekolah Hilang

INNNEWS- Kalau masalah pertama adalah rapuhnya fondasi belajar, maka masalah kedua adalah akibat lanjutannya:...

Praktik Sains Pakai Senapan Rakitan, Siswa SMP di Siak Tewas

INNNEWS – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Siak, Riau, ketika seorang siswa Sekolah Menengah...

artikel yang mirip

PDIP Solo Gelar Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen untuk Masyarakat SOLO

INNNEWS– Dalam upaya nyata membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, DPC PDI Perjuangan (PDIP)...

Soal Polemik Saiful Mujaini, Pakar Politik NSL : Kekuasaan Tanpa Kehadiran Oposisi Menyimpan Bahaya Laten Yang Jauh Lebih Destruktif

INNNEWS- Sebelumnya, Saiful yang dikenal sebagai pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) itu meminta...

BOM DEMOGRAFI: Masalah Terbesar Kedua RI (Bg. 2) 75% Potensi dan 5 Tahun Sekolah Hilang

INNNEWS- Kalau masalah pertama adalah rapuhnya fondasi belajar, maka masalah kedua adalah akibat lanjutannya:...