HomeGlobalRI Siapkan 20 Ribu Hektare Lahan Pertanian untuk Dukung Ketahanan Pangan Palestina

RI Siapkan 20 Ribu Hektare Lahan Pertanian untuk Dukung Ketahanan Pangan Palestina

Published on

spot_img

 1,039 total views

JAKARTA, INNINDONESIA.COM – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan inisiatif besar untuk mendukung ketahanan pangan Palestina.

Pemerintah Indonesia menyiapkan lahan seluas 10.000 hingga 20.000 hektare untuk dikelola secara kolaboratif bersama Palestina, dengan fokus pada produksi padi dan komoditas hortikultura seperti tomat, mentimun, dan bawang putih.

Mayoritas hasil panen dari lahan ini akan dikirim ke Palestina sebagai bentuk bantuan pangan berkelanjutan.

Pengumuman ini disampaikan Menteri Andi Amran Sulaiman usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Pertanian Palestina, Rezq Basheer-Salimia, di Kantor Kementan, Jakarta, pada Senin, 7 Juli 2025.

“Kita menyiapkan lahan 10 ribu sampai 20 ribu hektare. Nanti di sana kita membangun sawah, kemudian ada juga untuk hortikultura. Sebagian besar hasilnya akan dikirim untuk memenuhi kebutuhan pangan warga Palestina,” ujar Amran dalam konferensi pers.

Kerja Sama Berbasis Teknologi dan Solidaritas

Kerja sama ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan pangan, tetapi juga mengusung semangat transfer teknologi. Palestina dikenal unggul dalam pengelolaan air, khususnya melalui teknologi irigasi tetes (drip irrigation), yang sangat cocok untuk budidaya hortikultura.

Tenaga ahli dari Palestina akan hadir di Indonesia untuk berbagi inovasi pengairan guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

“Indonesia mendapatkan keuntungan dengan teknologi baru, sementara produksi dari lahan ini akan dikirim ke Palestina,” jelas Amran.

Lahan yang disiapkan untuk proyek ini akan berlokasi di Sumatera Selatan dan Kalimantan, dua wilayah yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian skala luas.

Kementan memperkirakan lahan seluas 20.000 hektare dapat menghasilkan hingga 200.000 ton beras per tahun, di samping komoditas hortikultura yang juga sangat dibutuhkan di Indonesia.

Proyek ini bersifat fleksibel dan terbuka untuk perluasan, sejalan dengan visi kedaulatan pangan yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Bantuan Kemanusiaan 10.000 Ton Beras

Selain pengelolaan lahan bersama, Indonesia juga memberikan hibah kemanusiaan berupa 10.000 ton beras untuk Palestina, atas arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Penyerahan bantuan ini dilakukan secara seremonial oleh Menteri Amran kepada Menteri Rezq Basheer-Salimia di Jakarta. “Bantuan ini adalah wujud solidaritas nyata Indonesia terhadap rakyat Palestina, khususnya di wilayah yang terdampak konflik,” ungkap Amran.

Bantuan 10.000 ton beras ini siap dikirim kapan saja, tergantung koordinasi dengan Duta Besar Palestina di Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk mendukung kemerdekaan pangan Palestina sekaligus memperjuangkan kesejahteraan rakyatnya di tengah tantangan global.

Kontribusi untuk Ketahanan Pangan Global

Kerja sama ini juga mendapat sambutan positif dari berbagai pihak.

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menilai inisiatif ini sebagai bukti kekuatan pangan Indonesia.

Mereka mendorong Menteri Amran untuk menjadikan momentum ini sebagai awal diplomasi pangan global, dengan memanfaatkan teknologi, riset benih, dan pelatihan sumber daya manusia sebagai instrumen kerja sama internasional.

Menurut Amran, proyek ini tidak hanya berfokus pada bantuan kemanusiaan, tetapi juga pada pembangunan sistem pertanian yang berkelanjutan.

“Ini adalah program yang sustain. Kita ingin memastikan pasokan pangan untuk Palestina terjamin ke depannya, sambil memperkuat kerja sama teknologi pertanian,” tegasnya.

Langkah Strategis Menuju Swasembada Pangan

Di sisi domestik, Kementan juga terus mendorong program swasembada pangan nasional. Amran menargetkan produksi beras sebesar 33,8 juta ton pada 2026, dengan berbagai program prioritas seperti optimasi lahan, cetak sawah, dan penyediaan benih unggul.

Kerja sama dengan Palestina menjadi bagian dari strategi besar Kementan untuk memperkuat ketahanan pangan, baik di dalam negeri maupun secara global.

Inisiatif ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan solidaritas kemanusiaan sekaligus memajukan sektor pertanian melalui kolaborasi internasional.

Dengan memanfaatkan keunggulan teknologi Palestina dan potensi lahan Indonesia, kerja sama ini diharapkan menjadi model baru dalam diplomasi pangan yang

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.