HomeTrendingPKBM Surakarta Raih Juara 1 Lomba Band Digital dan Harapan 1 Lomba...

PKBM Surakarta Raih Juara 1 Lomba Band Digital dan Harapan 1 Lomba Tutor di Festival Jambore PKBM Jawa Tengah 2025

Published on

spot_img

 1,465 total views

BANJARNEGARA – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surakarta kembali menorehkan prestasi gemilang pada Festival Jambore PKBM Jawa Tengah 2025 yang berlangsung di Banjarnegara.

Dalam ajang bergengsi tingkat provinsi ini, PKBM Surakarta berhasil menyabet Juara 1 Lomba Band Digital dan Harapan 1 Lomba Tutor, menegaskan posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan non-formal unggulan di Jawa Tengah.

Lomba Band Digital, yang mengusung tema kolaborasi seni dan teknologi, menjadi panggung keunggulan bagi tim PKBM Surakarta. Mereka memukau dewan juri dengan penampilan musik edukatif yang dikemas secara modern menggunakan teknologi digital.

Harmonisasi kreativitas dan inovasi teknologi dalam penampilan mereka berhasil mencuri perhatian dan mengantarkan tim ini meraih posisi teratas.

Tidak hanya di bidang seni, PKBM Surakarta juga menunjukkan kualitas pendidiknya melalui Lomba Tutor.

Prestasi Harapan 1 yang diraih dalam kategori ini mencerminkan dedikasi dan profesionalisme tutor dalam mendampingi peserta didik, sekaligus memperkuat reputasi PKBM Surakarta sebagai lembaga yang unggul dalam pengembangan sumber daya manusia.

Festival Jambore PKBM Jawa Tengah merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan untuk menggali potensi peserta didik dan tutor dari berbagai PKBM di Jawa Tengah.

Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga menjadi wadah silaturahmi dan penguatan jaringan antar pelaku pendidikan non-formal. Kegiatan ini mendorong kolaborasi, inovasi, dan solidaritas demi kemajuan pendidikan masyarakat.

PKBM Surakarta (Istimewa)

Sony, salah satu anggota tim Band Digital PKBM Surakarta, mengungkapkan kebahagiaannya atas capaian ini.

“Saya sangat bersyukur bisa mewakili Kota Surakarta di ajang sebesar ini. Pengalaman ini tak hanya membanggakan, tetapi juga memotivasi saya untuk terus berkembang dan berkontribusi lebih baik lagi,” ujarnya dengan penuh semangat.

Keberhasilan PKBM Surakarta ini diharapkan dapat menginspirasi PKBM lain di Jawa Tengah untuk terus berinovasi dan memberikan dampak positif bagi pendidikan non-formal.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, kreativitas, dan komitmen, pendidikan masyarakat dapat mencapai standar keunggulan yang membanggakan.

 

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.