HomeTrendingDemo di Pati Makin Panas Tuntut Bupati Sudewo Mundur

Demo di Pati Makin Panas Tuntut Bupati Sudewo Mundur

Published on

spot_img

 3,084 total views

PATI – Ribuan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berbondong-bondong memadati kawasan Alun-alun Pati dan depan Kantor Bupati Pati sejak subuh hari ini, Rabu (13/8/2025), untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dengan tegas menuntut Bupati Pati, Sudewo, mengundurkan diri dari jabatannya akibat serangkaian kebijakan kontroversial yang dinilai merugikan masyarakat.

Pantauan di lokasi menunjukkan massa mulai berdatangan sejak pukul 07.00 WIB, membawa spanduk, poster, dan atribut demonstrasi seperti keranda jenazah bertuliskan “Keranda Penipu”.

Aksi dipusatkan di depan Pendopo Kabupaten Pati, dengan sebuah truk tronton sebagai panggung orasi. Koordinator aksi, Ahmad Husein, memperkirakan jumlah peserta mencapai lebih dari 100 ribu orang, melampaui tantangan 50 ribu demonstran yang pernah dilontarkan Sudewo beberapa waktu lalu.

Kebijakan Kontroversial Jadi Pemicu

Aksi demonstrasi ini dipicu oleh sejumlah kebijakan Sudewo yang dianggap sewenang-wenang. Salah satunya adalah rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) sebesar 250 persen, yang meskipun akhirnya dibatalkan pada 8 Agustus 2025 setelah protes keras dari masyarakat, tetap memicu kemarahan.

Selain itu, kebijakan regrouping sekolah yang menyebabkan banyak guru honorer kehilangan pekerjaan dan PHK ratusan tenaga honorer RSUD RAA Soewondo tanpa pesangon turut memperburuk situasi.

Warga juga menyoroti sikap Sudewo yang dinilai arogan, terutama setelah pernyataannya yang menantang masyarakat untuk mengerahkan 50 ribu demonstran. Pernyataan itu dirasa menyakiti hati rakyat.

Aksi ini menjadi sorotan nasional dan dianggap sebagai salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah politik Pati.

Masyarakat menanti langkah konkret dari Sudewo, apakah akan memilih mundur secara sukarela atau menghadapi tekanan yang kian meningkat dari rakyat Pati.

Artikel Terbaru

Pemkot Solo Targetkan Penanganan 800 RTLH Sepanjang 2026

INNNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menargetkan penanganan 800 unit Rumah Tidak Layak Huni...

Disdik Solo: 60 SD Masuk Prioritas Revitalisasi Pemerintah Pusat

INNNEWS– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo mengungkapkan bahwa sekitar 60 Sekolah Dasar (SD) di...

Orangutan Solo Safari Lepas, Berkeliaran di Jalan hingga Masuk Area Rumah Makan

INNNEWS – Seekor orangutan bernama Didi milik Solo Safari lepas dari exhibit-nya dan berkeliaran di...

Gempa M 7,7 Guncang Flores NTT, 70 Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Rumah Rusak

INNNEWS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur...

artikel yang mirip

Pemkot Solo Targetkan Penanganan 800 RTLH Sepanjang 2026

INNNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menargetkan penanganan 800 unit Rumah Tidak Layak Huni...

Disdik Solo: 60 SD Masuk Prioritas Revitalisasi Pemerintah Pusat

INNNEWS– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo mengungkapkan bahwa sekitar 60 Sekolah Dasar (SD) di...

Orangutan Solo Safari Lepas, Berkeliaran di Jalan hingga Masuk Area Rumah Makan

INNNEWS – Seekor orangutan bernama Didi milik Solo Safari lepas dari exhibit-nya dan berkeliaran di...