HomeTrendingDemo di Pati Makin Panas Tuntut Bupati Sudewo Mundur

Demo di Pati Makin Panas Tuntut Bupati Sudewo Mundur

Published on

spot_img

 2,899 total views

PATI – Ribuan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berbondong-bondong memadati kawasan Alun-alun Pati dan depan Kantor Bupati Pati sejak subuh hari ini, Rabu (13/8/2025), untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dengan tegas menuntut Bupati Pati, Sudewo, mengundurkan diri dari jabatannya akibat serangkaian kebijakan kontroversial yang dinilai merugikan masyarakat.

Pantauan di lokasi menunjukkan massa mulai berdatangan sejak pukul 07.00 WIB, membawa spanduk, poster, dan atribut demonstrasi seperti keranda jenazah bertuliskan “Keranda Penipu”.

Aksi dipusatkan di depan Pendopo Kabupaten Pati, dengan sebuah truk tronton sebagai panggung orasi. Koordinator aksi, Ahmad Husein, memperkirakan jumlah peserta mencapai lebih dari 100 ribu orang, melampaui tantangan 50 ribu demonstran yang pernah dilontarkan Sudewo beberapa waktu lalu.

Kebijakan Kontroversial Jadi Pemicu

Aksi demonstrasi ini dipicu oleh sejumlah kebijakan Sudewo yang dianggap sewenang-wenang. Salah satunya adalah rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) sebesar 250 persen, yang meskipun akhirnya dibatalkan pada 8 Agustus 2025 setelah protes keras dari masyarakat, tetap memicu kemarahan.

Selain itu, kebijakan regrouping sekolah yang menyebabkan banyak guru honorer kehilangan pekerjaan dan PHK ratusan tenaga honorer RSUD RAA Soewondo tanpa pesangon turut memperburuk situasi.

Warga juga menyoroti sikap Sudewo yang dinilai arogan, terutama setelah pernyataannya yang menantang masyarakat untuk mengerahkan 50 ribu demonstran. Pernyataan itu dirasa menyakiti hati rakyat.

Aksi ini menjadi sorotan nasional dan dianggap sebagai salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah politik Pati.

Masyarakat menanti langkah konkret dari Sudewo, apakah akan memilih mundur secara sukarela atau menghadapi tekanan yang kian meningkat dari rakyat Pati.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.