188 total views

JUDUL PELATIHAN
Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta
RINGKASAN
Pelatihan pencegahan bullying sejak dini di SD Kanisius Condong Catur Yogyakarta pada 12 Desember 2025 berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu bullying. Bullying menjadi masalah serius di kalangan anak sekolah dasar hingga mahasiswa, sering dianggap biasa padahal berdampak psikis dan pendidikan jangka panjang. Pelatihan ini dirancang untuk siswa kelas IV-VI guna membentuk karakter baik, empati, dan komunikasi positif melalui peran orang tua serta guru. Dengan tujuan utama untuk memberikan pemahaman mendalam tentang definisi, jenis, penyebab, dampak, dan cara mengatasi bullying. Tahapan pelatihan meliputi observasidan wawancara pra-pelatihan, pemaparan materi, ice breaking interaktif (simulasi kasus role-playing dan SEL), serta tanya jawab untuk memperkuat empati dan keterampilan sosial. Pelatihan ini diikuti 55 siswa, pelatihan mencatat partisipasi ice breaking, dengan siswa aktif berbagi pengalaman dan bertanya. Wawancara pra-pelatihan dengan 4 narasumber (kepala sekolah, wali kelas, penjaga sekolah, siswa) ungkap bullying ringan seperti ejekan verbal dan pada post-pelatihan ditemukan ada peningkatan pengetahuan dan kesadaran terhadap bullying. Persiapan sebelum pelasanaan sangat matang, sebab dimulai dari observasi awal identifikasi masalah, partisipasi aktif , danadanya rencana lanjutan (monitoring bulanan, integrasi kurikulum, tim anti-bullying) siap implmentasi berkelanjutan untuk budaya sekolah bebas kekerasan
KATA KUNCI
Bullying, Siswa, Empati
A. Latar Belakang Masalah
Pada akhir-akhir ini masalah yang paling sering terjadi di dunia
adalah tindakan Bullying. Tindakan bullying dilakukan anak sekolah dasar,
smp, sma bahkan mahasiswa. Bullying sering sekali dianggap hal yang
biasa bahkan dapat diselesaikan dengan kekeluargaan. Padahal perilaku
tersebut merupakan hal yang serius yang dapat berdampak pada kondisi
psikis anak maupun kelangsungan pendidikan anak di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana pelatihan mencegah bullying sejak dini dapat mempengaruhi perkembangan karakter mereka. Pelatihan dengan tema “ Mencegah Bullying sejak dini” bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai bullying dan dampaknya bagi pembelajaran mereka.
Selain itu, pelatihan ini juga membahas pentingnya peran orang tua, guru dalam pembinaan karakter anak-anak usia dini untuk memahami bullying dan dampaknya dalam hidup mereka. Mereka perlu memahami cara berkomunikasi dan berdinamika yang baik dengan teman-teman, guru, orang tua dan sesama yang lain. Dengan pembinaan yang tepat dan intensif, orang tua dan pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan anak. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anak-anak dapat lebih memahami arti bullying, apa dampak dan cara mengatasinya di kehidupan mereka. Akhirnya, pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran tentang pentingnya pelatihan dan pembinaan mencegah bullying sejak dini. Dengan pembinaan dan pendampingan yang tepat, kita dapat memastikan bahwa anak-anak tidak hanya menjadi pribadi yang memahami bullying saja tapi menjadi siswa yang berkarakter yang baik, invovatif dan kritis.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk anak-anak SD Kanisius Condong Catur Yogyakarta kelas IV,V, dan VI dengan tujuan memberikan pemahaman tentang Bullying yang diperlukan untuk pembentukan karakter anak-anak menjadi lebih baik, meningkatkan rasa kepedulian dan empati terhadap sesama.
Kajian Pustaka
Kegiatan pelatihan mencegah bullying sejak dini di Sd kanisius condongcatur yogyakarta akan dimulai dengan sesi pemaparan materi defenisi bullying, jenis-jenis bulyying, penyebab dampak dan cara mengatasi bullying, diikuti dengan ice breaking interaktif untuk membangun empati diantara siswa serta tanya jawab mengenai bullying untuk memperkuat pemahaman materi yang telah dipaparkan. Kegiatan ini senada dengan penelitian ( Hidayati, 2025) mengemukakan bahwa di indonesia model edukasi berbasis permainan role-playing dan SEL ( Social Emotional Learning ) efektif meningkatkan pemahaman siswa SD, seperti terlihat pada intervensi yang menekankan kolaborasi guru dan orang tua. Rencana ini akan menyesuaikan dengan kegiatan yang telah dilaksanakan tanggal 12 desember 2025 ke kurikulum rutin SD Kanisius, termasuk penguatan karakter anti – bullying.
Pelatihan dimulai dari tahap pengenalan materi tentang bullying, beserta dampaknya seperti yang dilakukan pada 12 desember 2025 di Sd kanisius condongcatur yogyakarta dengan pemaparan materi, ice breaking simulasi kasus, dan tanya jawab untuk klarifikasi. Literatur merekomendasikan tahap ini sejak kelas rendah SD menggunakan survey sederhana untuk data untuk data awal, diikuti pembentukan tim sekolah anti -bullying. Pendekatan ini selaras dalam temuan bahwa pembelajaran berbasis permainan role-playing membangun empati dan keterampilan sosial secara signifikan pada siswa SD (Pengabdian UNW, 2025).
Dari kegiatan 12 desember 2025, pelatihan diarahkan ke implenmentasi berkelanjutan, monitoring mingguan, dan evaluasi jangka panjang untuk menciptakan budaya sekolah anti bullying. Secara lokal, fokus pada strategi multi komponen seperti permainan anti bullying, pembinaan berkala setiap minggu tentang bullying dan merdeka, bebas dari kekerasan menargetkan penurunan insisden melalui pretest dan posttest. Dengan tujuan SD Kanisius menjadi contoh sekolah yang aman dari bullying melalui kerj
asama holistik.


