HomeTrendingDiskusi “Bacarita Demokrasi” Perkuat Literasi Anti-Hoaks Pengajar dan Relawan RBP Ambon

Diskusi “Bacarita Demokrasi” Perkuat Literasi Anti-Hoaks Pengajar dan Relawan RBP Ambon

Published on

spot_img

 126 total views

Upaya memperkuat kualitas demokrasi terus dilakukan melalui edukasi publik. Bertempat di Ambon, kegiatan bertajuk “Bacarita Demokrasi” digelar untuk meningkatkan kapabilitas pengajar dan volunteer Rumah Belajar Pancasila (RBP) Ambon dalam membedakan disinformasi dan berita hoaks di tengah tahapan Pemilu dan Pilkada.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara utama, Dr. Stevin Melay M.Si selaku Kordiv SDMO-D Bawaslu Provinsi Maluku. Turut hadir pula Wisye Pelamonia, Ketua Rumah Belajar Pancasila Ambon.

Perkuat Kapabilitas Pengajar dan Relawan

Diskusi ini secara khusus bertujuan menguatkan kapasitas para pengajar dan volunteer RBP Ambon agar mampu mengidentifikasi serta membedakan antara informasi yang benar, disinformasi, dan hoaks yang marak beredar, terutama di ruang digital.

Dalam paparannya, Dr. Stevin Melay menekankan bahwa tantangan demokrasi saat ini bukan hanya pada partisipasi pemilih, tetapi juga pada kualitas informasi yang diterima masyarakat. Menurutnya, literasi digital dan kemampuan berpikir kritis menjadi kunci dalam menjaga proses demokrasi yang sehat.

“Hoaks dan disinformasi dapat merusak kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya,” ujarnya.

Sejalan dengan Visi Bawaslu dan Nilai Pancasila

Rumah Belajar Pancasila Ambon dinilai memiliki visi yang sejalan dengan tugas dan tujuan Bawaslu Provinsi Maluku, yakni mewujudkan masyarakat Indonesia yang berpengetahuan, terdidik, dan berkarakter Pancasila.

Melalui kolaborasi ini, RBP diharapkan dapat menjadi agent of change dalam membangun budaya demokrasi yang baik dan benar di tingkat masyarakat. Diskusi juga menyoroti pentingnya tanggung jawab bermedia sosial, yang berkaitan erat dengan nilai kejujuran, kebenaran, dan tanggung jawab sosial sebagaimana tercermin dalam Sila ke-2 dan Sila ke-5 Pancasila.

Ketua RBP Ambon, Wisye Pelamonia, menegaskan bahwa edukasi demokrasi tidak bisa ditunda. “Kami percaya bahwa pendidikan karakter Pancasila harus berjalan beriringan dengan literasi digital. Anak-anak dan generasi muda perlu dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi warga negara yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Edukasi Demokrasi Sejak Dini

RBP Ambon memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, tentang pentingnya demokrasi yang sehat. Melalui program pembelajaran dan diskusi seperti ini, RBP berupaya menanamkan nilai kritis, bijak bermedia, serta sikap selektif terhadap informasi.

Kegiatan “Bacarita Demokrasi” menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan komunitas pendidikan dalam menjaga kualitas demokrasi di Maluku. Diharapkan, kolaborasi serupa dapat terus berlanjut demi membangun masyarakat yang semakin cerdas, berintegritas, dan berkarakter Pancasila.

Artikel Terbaru

Risiko Sistemik Kenekatan Keluarga Presiden: Pengajuan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Bank Indonesia

INNNEWS - Pengunduran diri Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung pada 13 Januari 2026...

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

artikel yang mirip

Risiko Sistemik Kenekatan Keluarga Presiden: Pengajuan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Bank Indonesia

INNNEWS - Pengunduran diri Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung pada 13 Januari 2026...

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...