HomeTrendingDiskusi “Bacarita Demokrasi” Perkuat Literasi Anti-Hoaks Pengajar dan Relawan RBP Ambon

Diskusi “Bacarita Demokrasi” Perkuat Literasi Anti-Hoaks Pengajar dan Relawan RBP Ambon

Published on

spot_img

 557 total views

Upaya memperkuat kualitas demokrasi terus dilakukan melalui edukasi publik. Bertempat di Ambon, kegiatan bertajuk “Bacarita Demokrasi” digelar untuk meningkatkan kapabilitas pengajar dan volunteer Rumah Belajar Pancasila (RBP) Ambon dalam membedakan disinformasi dan berita hoaks di tengah tahapan Pemilu dan Pilkada.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara utama, Dr. Stevin Melay M.Si selaku Kordiv SDMO-D Bawaslu Provinsi Maluku. Turut hadir pula Wisye Pelamonia, Ketua Rumah Belajar Pancasila Ambon.

Perkuat Kapabilitas Pengajar dan Relawan

Diskusi ini secara khusus bertujuan menguatkan kapasitas para pengajar dan volunteer RBP Ambon agar mampu mengidentifikasi serta membedakan antara informasi yang benar, disinformasi, dan hoaks yang marak beredar, terutama di ruang digital.

Dalam paparannya, Dr. Stevin Melay menekankan bahwa tantangan demokrasi saat ini bukan hanya pada partisipasi pemilih, tetapi juga pada kualitas informasi yang diterima masyarakat. Menurutnya, literasi digital dan kemampuan berpikir kritis menjadi kunci dalam menjaga proses demokrasi yang sehat.

“Hoaks dan disinformasi dapat merusak kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya,” ujarnya.

Sejalan dengan Visi Bawaslu dan Nilai Pancasila

Rumah Belajar Pancasila Ambon dinilai memiliki visi yang sejalan dengan tugas dan tujuan Bawaslu Provinsi Maluku, yakni mewujudkan masyarakat Indonesia yang berpengetahuan, terdidik, dan berkarakter Pancasila.

Melalui kolaborasi ini, RBP diharapkan dapat menjadi agent of change dalam membangun budaya demokrasi yang baik dan benar di tingkat masyarakat. Diskusi juga menyoroti pentingnya tanggung jawab bermedia sosial, yang berkaitan erat dengan nilai kejujuran, kebenaran, dan tanggung jawab sosial sebagaimana tercermin dalam Sila ke-2 dan Sila ke-5 Pancasila.

Ketua RBP Ambon, Wisye Pelamonia, menegaskan bahwa edukasi demokrasi tidak bisa ditunda. “Kami percaya bahwa pendidikan karakter Pancasila harus berjalan beriringan dengan literasi digital. Anak-anak dan generasi muda perlu dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi warga negara yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Edukasi Demokrasi Sejak Dini

RBP Ambon memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, tentang pentingnya demokrasi yang sehat. Melalui program pembelajaran dan diskusi seperti ini, RBP berupaya menanamkan nilai kritis, bijak bermedia, serta sikap selektif terhadap informasi.

Kegiatan “Bacarita Demokrasi” menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan komunitas pendidikan dalam menjaga kualitas demokrasi di Maluku. Diharapkan, kolaborasi serupa dapat terus berlanjut demi membangun masyarakat yang semakin cerdas, berintegritas, dan berkarakter Pancasila.

Artikel Terbaru

9.242 Personel Amankan 31 Demo di Jakarta

INNNEWS – Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan 31 aksi demonstrasi dan...

Kapal Nazila 05 Tenggelam di Maluku Utara, 27 ABK Dicari

INNNEWS – Kapal motor Nazila 05 yang membawa 27 anak buah kapal (ABK) tenggelam di...

Keracunan Massal MBG Tembus Ribuan Korban

INNNEWS – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah dan secara kumulatif...

Helikopter Chinook Jepang Dipakai Tangani Karhutla 12-19 September

INNNEWS – Kementerian Pertahanan RI menyatakan tiga helikopter CH-47 Chinook bantuan Pemerintah Jepang dijadwalkan...

artikel yang mirip

9.242 Personel Amankan 31 Demo di Jakarta

INNNEWS – Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan 31 aksi demonstrasi dan...

Kapal Nazila 05 Tenggelam di Maluku Utara, 27 ABK Dicari

INNNEWS – Kapal motor Nazila 05 yang membawa 27 anak buah kapal (ABK) tenggelam di...

Keracunan Massal MBG Tembus Ribuan Korban

INNNEWS – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah dan secara kumulatif...