HomeHeadlineWNA Australia Pegang Kendali Ekspor RI, Ancaman bagi Kedaulatan?

WNA Australia Pegang Kendali Ekspor RI, Ancaman bagi Kedaulatan?

Published on

spot_img

 496 total views

INNNEWS – Penunjukan warga negara Australia, Luke Thomas Mahony, sebagai pemimpin PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) memicu kontroversi nasional. DSI merupakan badan baru era Presiden Prabowo Subianto yang mengelola ekspor komoditas strategis Indonesia, mulai dari nikel, batu bara, timah, bauksit, hingga sawit.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi penunjukan tersebut meski susunan lengkap manajemen belum diumumkan. Publik langsung mempertanyakan mengapa posisi sepenting itu justru diberikan kepada warga negara asing.

Luke Mahony dikenal sebagai eksekutif tambang senior dengan pengalaman di perusahaan global seperti BHP Billiton dan Xstrata Coal. Ia juga pernah menjabat di PT Vale Indonesia Tbk sebelum bergabung dengan Danantara pada 2025.

Meski pemerintah menilai keputusan ini berbasis kompetensi profesional, kritik tetap bermunculan. Banyak pihak menilai pengelolaan ekspor sumber daya strategis menyangkut kedaulatan ekonomi dan kepentingan geopolitik nasional. Dalam situasi persaingan global yang semakin ketat, penempatan WNA pada sektor vital dianggap berisiko menimbulkan konflik kepentingan maupun ketergantungan terhadap pihak asing.

Penunjukan ini juga memunculkan pertanyaan tentang kualitas pengembangan SDM nasional. Setelah bertahun-tahun berbicara tentang bonus demografi dan hilirisasi industri, publik mempertanyakan mengapa Indonesia masih bergantung pada tenaga asing untuk memimpin sektor strategis.

Di media sosial, kritik terus menguat. Banyak netizen menilai langkah tersebut bertentangan dengan semangat nasionalisme ekonomi yang selama ini digaungkan pemerintah.

Kini publik menunggu satu hal: apakah DSI benar-benar mampu meningkatkan devisa dan nilai tambah nasional, atau justru menjadi simbol melemahnya kontrol Indonesia atas kekayaan alamnya sendiri.

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...