HomeTrendingKisah Lansia Asal Surakarta Bertahan Hidup dengan Jual Bunga dan Bersihkan Makam

Kisah Lansia Asal Surakarta Bertahan Hidup dengan Jual Bunga dan Bersihkan Makam

Published on

spot_img

 258 total views

INNNEWS-Seorang lansia asal Surakarta, Jawa Tengah, menjadi perhatian warga setelah kisah perjuangannya bertahan hidup viral di media sosial. Di usianya yang telah senja, perempuan tersebut tetap bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menjual bunga tabur dan membersihkan makam di area pemakaman umum.

Setiap pagi, lansia bernama Siti Marni (68) itu berjalan kaki menuju kompleks makam membawa kantong berisi bunga mawar dan melati. Selain menjual bunga untuk peziarah, ia juga menawarkan jasa membersihkan makam dengan bayaran seikhlasnya. Meski penghasilannya tidak menentu, ia tetap menjalani pekerjaan tersebut dengan penuh semangat.

Menurut pengakuannya, pekerjaan itu sudah dijalani selama bertahun-tahun sejak suaminya meninggal dunia. Ia hidup seorang diri di rumah sederhana di pinggiran Surakarta. Anak-anaknya diketahui telah berkeluarga dan tinggal di luar kota sehingga jarang pulang. Kondisi ekonomi membuatnya memilih tetap bekerja dibanding hanya bergantung pada bantuan orang lain.

Warga sekitar mengaku kagum dengan keteguhan hati Siti Marni. Meski usia tak lagi muda, ia dikenal ramah dan tidak pernah mengeluh. Banyak peziarah yang sengaja membeli bunga darinya sebagai bentuk dukungan. Bahkan beberapa warga terkadang memberikan bantuan makanan maupun uang tunai untuk membantu kebutuhan sehari-harinya.

Kisah perjuangan Siti Marni pun menuai simpati luas di media sosial. Banyak warganet merasa terharu melihat semangat hidupnya di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik yang semakin renta. Tidak sedikit pula yang berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada lansia kurang mampu agar memperoleh kehidupan yang lebih layak.

Di balik kerasnya kehidupan, Siti Marni membuktikan bahwa semangat dan ketabahan mampu menjadi kekuatan untuk terus bertahan.

Artikel Terbaru

Rekayasa Data Kemiskinan: Ketika Angka Menjadi Ilusi Birokrasi

Di era pemerintahan berbasis data, angka sering kali menjadi tolok ukur utama keberhasilan. Tingkat...

Night Market Ngarsopuro dan SOLO IS SOLO Semarakkan Koridor Gatot Subroto

INNNEWS – Koridor Gatot Subroto kembali menjadi pusat keramaian warga dan wisatawan melalui digelarnya...

Jazz Triwindu Meriahkan Malam di Depan Pasar Antik Triwindu Solo

INNNEWS – Pertunjukan Jazz Triwindu kembali digelar di depan Pasar Antik Triwindu, Solo, pada...

Korban Banjir Bandang Nepal-Tibet Hampir 800 Jiwa

INNNEWS– Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Nepal dan wilayah Tibet di...

artikel yang mirip

Rekayasa Data Kemiskinan: Ketika Angka Menjadi Ilusi Birokrasi

Di era pemerintahan berbasis data, angka sering kali menjadi tolok ukur utama keberhasilan. Tingkat...

Night Market Ngarsopuro dan SOLO IS SOLO Semarakkan Koridor Gatot Subroto

INNNEWS – Koridor Gatot Subroto kembali menjadi pusat keramaian warga dan wisatawan melalui digelarnya...

Jazz Triwindu Meriahkan Malam di Depan Pasar Antik Triwindu Solo

INNNEWS – Pertunjukan Jazz Triwindu kembali digelar di depan Pasar Antik Triwindu, Solo, pada...