38 total views
INNNEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia meskipun musim kemarau mulai datang secara bertahap. Dalam prakiraan cuaca periode 5–11 Juni 2026, BMKG menyebutkan bahwa hujan lebat, angin kencang, petir, hingga potensi bencana hidrometeorologi masih berpeluang terjadi di beberapa daerah akibat kondisi atmosfer yang masih aktif.
Menurut BMKG, masuknya musim kemarau tahun ini tidak berlangsung secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Sebagian daerah memang mulai mengalami penurunan curah hujan, namun sejumlah wilayah lainnya masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor atmosfer, termasuk aktivitas gelombang atmosfer dan kelembapan udara yang masih cukup tinggi.
BMKG menjelaskan bahwa cuaca pada masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau cenderung tidak menentu. Pada pagi hingga siang hari cuaca dapat terlihat cerah dan panas, tetapi pada sore atau malam hari berpotensi terjadi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Fenomena ini menjadi karakteristik umum musim pancaroba yang saat ini masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia.
Beberapa daerah bahkan masih masuk kategori waspada hingga siaga terhadap potensi cuaca ekstrem. BMKG sebelumnya mencatat adanya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas transportasi darat, laut, dan udara.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk terus memantau informasi cuaca terbaru. Nelayan, petani, pengendara, hingga masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta lebih berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Di sisi lain, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Namun sebelum periode tersebut tiba, kondisi cuaca masih berpotensi fluktuatif sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Dengan masih adanya ancaman cuaca ekstrem di tengah transisi musim, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan selalu mengikuti informasi resmi BMKG guna mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan oleh perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan.


