17 total views
INNNEWS – Wilayah Solo Raya yang mencakup Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sragen, dan Wonogiri tengah menghadapi ancaman kekeringan akibat musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan kering. Fenomena El Nino kuat menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kondisi ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk Dasarian I Agustus 2026 (1–10 Agustus). Sejumlah wilayah di Jawa Tengah, termasuk sebagian besar Solo Raya, masuk dalam kategori awas atau siaga kekeringan. Saat ini sekitar 74 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus–September 2026.
Kondisi di Solo Raya
Dampak kekeringan sudah mulai terasa di beberapa kabupaten. Di Kabupaten Boyolali, tujuh desa telah mengalami kekeringan dan menerima bantuan air bersih. BPBD setempat mencatat puluhan keluarga kesulitan mendapatkan air bersih.
Kabupaten Sukoharjo memprediksi jumlah wilayah terdampak akan terus bertambah seiring memasuki puncak musim kemarau. Sementara itu, Kabupaten Sragen telah menetapkan 34 desa dalam status siaga darurat bencana kekeringan.
Di Klaten, kekeringan sebelumnya telah berdampak pada ribuan jiwa di beberapa desa. BPBD Jawa Tengah dan pemerintah daerah setempat terus melakukan distribusi air bersih secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan warga.
Selain krisis air bersih, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga meningkat. Beberapa kasus karhutla di wilayah Solo Raya dan sekitarnya dilaporkan dipicu oleh ulah manusia di tengah kondisi cuaca yang sangat kering.
Langkah Antisipasi
Pemerintah daerah di Solo Raya telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. BPBD masing-masing kabupaten menyiapkan armada tangki air, memetakan wilayah rawan, serta berkoordinasi dengan PDAM untuk menjaga pasokan air bagi pelanggan. Masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari karena suhu udara yang lebih panas dari biasanya.
BMKG memperkirakan pengaruh El Nino terhadap Indonesia masih akan berlangsung hingga sekitar pertengahan Oktober 2026. Curah hujan di sebagian besar wilayah Jawa diprediksi masih di bawah normal hingga awal Oktober.
Kepala BPBD Jawa Tengah dan pejabat terkait terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Masyarakat diminta bijak memanfaatkan air di tengah musim kemarau yang lebih panjang ini,” ujar salah satu pejabat BPBD.
Ancaman kekeringan di Solo Raya menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, terutama di tengah perubahan iklim yang semakin nyata. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus bersinergi agar dampak kekeringan dapat diminimalkan.


