21 total views
INNNEWS– Tim taekwondo Indonesia berhasil menjadi juara umum pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1–5 Agustus 2026.
Sebagai tuan rumah, Indonesia mendominasi klasemen akhir dengan koleksi medali yang jauh meninggalkan negara-negara peserta lainnya. Kejuaraan berstatus World Taekwondo G2 ini diikuti ratusan atlet dari 36 negara.
Dominasi di Poomsae dan Kyorugi
Di nomor poomsae (seni), Indonesia lebih dulu memastikan diri sebagai juara umum. Tim Merah Putih meraup tujuh medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Beberapa peraih emas di antaranya adalah Muhammad Hafiz Fachrur Rhozy (individual putra U-30), Azka Hannayaka (mixed pair), Andi Sultan (freestyle individual putra), serta atlet-atlet senior dan junior lainnya.
Pada nomor kyorugi (tarung), Indonesia terus menambah perolehan medali. Emas diraih Muhammad Raihan Fadila di kelas -80 kg putra dan Aqila Ramadani di kelas -57 kg putri. Medali perak dan perunggu juga berdatangan dari atlet seperti Adrian Kaiser (perak kelas -87 kg putra), Silvana Lamanda, Reininda Pirenaingtyas, dan Arga Putra.
Hingga hari keempat, Indonesia sudah mengoleksi lima emas, empat perak, dan 14 perunggu, sebelum menambah medali lagi di hari terakhir. Total keseluruhan membuat Indonesia unggul telak di puncak klasemen.
Apresiasi dan Harapan
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, menyatakan keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan taekwondo nasional. Kejuaraan ini tidak hanya memberi pengalaman bertanding bagi atlet di kandang sendiri, tetapi juga menjadi ajang pengumpulan poin ranking dunia menuju Asian Games 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, juga memberikan apresiasi atas sukses penyelenggaraan sekaligus prestasi yang diraih. “Keberhasilan Indonesia menjadi juara umum sekaligus tuan rumah yang baik menunjukkan kemampuan kita di kancah internasional,” ujarnya.
Prestasi gemilang ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan taekwondo di Asia dan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berprestasi di ajang-ajang berikutnya.


