31 total views
INNNEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk Kamis (13/8/2026). Meski sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, sejumlah daerah masih berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang.
Menurut data BMKG, pada awal Agustus 2026 sekitar 73,8 persen wilayah Indonesia (516 Zona Musim) telah memasuki musim kemarau. Puncak kemarau diperkirakan melanda 369 ZOM atau sekitar 48,84 persen daratan Indonesia pada Agustus ini. Namun, dinamika atmosfer lokal masih mampu memicu pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Berdasarkan peringatan dini BMKG untuk 13 Agustus 2026:
*Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat):*
– Aceh
– Sumatera Barat
*Waspada (hujan sedang hingga lebat):*
– Sumatera Utara
– Sulawesi Selatan
Di tingkat kota, Medan diprakirakan mengalami hujan sedang, sementara hujan ringan berpotensi terjadi di Padang, Tanjung Selor, Mamuju, Palu, Nabire, Jayapura, dan Merauke.
Potensi Angin Kencang
BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di wilayah:
– Banten
– Jawa Barat
– Kepulauan Bangka Belitung
– Lampung
– Sulawesi Selatan
– Sulawesi Utara
Penyebab dan Imbauan
Potensi hujan lokal ini dipicu oleh adanya daerah konvergensi (perlambatan angin) dan konfluensi (pertemuan angin) di sejumlah wilayah, serta aktivitas gelombang atmosfer. Meskipun El Niño kuat dan IOD positif cenderung mengurangi suplai uap air secara keseluruhan, gangguan atmosfer lokal masih dapat menghasilkan hujan.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, genangan, pohon tumbang, dan gangguan aktivitas. Masyarakat juga diminta tetap memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa meski musim kemarau sedang berlangsung, cuaca di Indonesia tetap dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.


