22 total views
INNews – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masih menghentikan seluruh operasional penerbangan hingga pukul 18.00 WIB, Senin (7/9/2026). Keputusan ini diambil menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang dinilai masih membahayakan keselamatan penerbangan.
Sebelumnya, penutupan sementara dijadwalkan berakhir pada pukul 08.59 WIB. Namun, berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia, status *closed* diperpanjang hingga sore hari. “Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 18.00 WIB,” demikian keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram @soekarnohattaairport.
Penutupan serupa juga diberlakukan di Bandara Halim Perdanakusuma. Langkah ini dilakukan sebagai mitigasi untuk mencegah masuknya material abu vulkanik ke dalam mesin pesawat.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (4/9) malam terus berdampak signifikan. Pada hari sebelumnya, lebih dari seribu penerbangan di Soetta terdampak, baik berupa pembatalan, keterlambatan, maupun pengalihan pendaratan. Ribuan penumpang terpaksa menunggu di terminal atau mencari alternatif transportasi.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk tidak datang ke Soetta sebelum mendapatkan kepastian status penerbangan dari maskapai masing-masing. Informasi terkini dapat dicek melalui kanal resmi maskapai atau Contact Center InJourney Airports di nomor 172.
Sebagai alternatif, tujuh bandara lain masih beroperasi normal, yaitu Bandara Internasional Yogyakarta, I Gusti Ngurah Rai Bali, Jenderal Ahmad Yani Semarang, Adi Soemarmo Solo, Juanda Surabaya, Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dan Kertajati.
Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pemantauan sebaran abu vulkanik terus dilakukan bersama BMKG dan PVMBG. Informasi operasional akan diperbarui sesuai perkembangan kondisi terkini.


