30 total views
INNNEWS – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) beserta sejumlah bandara di wilayah barat Indonesia kembali melayani penerbangan secara bertahap sejak dini hari Selasa, 8 September 2026. Pembukaan kembali ini dilakukan setelah otoritas memastikan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sudah mereda dan kondisi sisi udara aman.
Menurut pengumuman Kementerian Perhubungan dan InJourney Airports, Bandara Soekarno-Hatta dinyatakan resumed operations mulai sekitar pukul 00.30 WIB. Menyusul Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta) sekitar pukul 00.40 WIB dan Bandara Husein Sastranegara (Bandung) sekitar pukul 00.42 WIB. Bandara Budiarto (Curug) dan Pondok Cabe juga dibuka kembali dalam hitungan jam yang sama. Beberapa bandara di Lampung dan sekitarnya menyusul setelah evaluasi tambahan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan keputusan pembukaan diambil berdasarkan data BMKG, AirNav Indonesia, dan hasil paper test yang menunjukkan tidak ada lagi paparan abu vulkanik signifikan di area bandara. Prosedur pembersihan apron, taxiway, dan runway serta uji kekesatan landasan pacu telah diselesaikan. Maskapai diminta melakukan inspeksi pesawat yang sempat parkir selama penutupan sebelum dioperasikan kembali.
Dampak Erupsi dan Penutupan Sementara
Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang dimulai sekitar Jumat malam, 4 September 2026, menghasilkan kolom abu dan lava pijar. Episode erupsi menerus tersebut berakhir pada Minggu dini hari, 6 September 2026, namun aktivitas strombolian masih berlanjut. Status gunung api tetap di Level III (Siaga) dengan larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Sebaran abu vulkanik menjangkau wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian Lampung, memaksa penutupan sementara hingga delapan bandara. Dampaknya mencapai ribuan penerbangan (laporan menyebut sekitar 2.900–3.000 pergerakan) dan ratusan ribu penumpang (perkiraan total terdampak sekitar 340.000 orang). Di Soetta sendiri, ratusan hingga lebih dari seribu penerbangan mengalami pembatalan, penundaan, atau pengalihan.
Pengelola bandara mengaktifkan layanan pemulihan, termasuk bus gratis menuju beberapa kota di Jawa, konter refund/reschedule, serta penanganan penumpang yang terdampar.
Pemulihan dan Imbauan
Pada hari pertama pembukaan kembali, Soetta sudah melayani ratusan penerbangan. Penerbangan perdana di antaranya melibatkan pesawat kargo dan rute domestik maskapai nasional. Otoritas menerapkan manajemen arus lalu lintas udara (Air Traffic Flow Management) untuk mengatur padatnya jadwal pasca-gangguan.
Badan Geologi/PVMBG masih memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau secara ketat. Masyarakat di sekitar Selat Sunda diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan abu, lontaran material, dan awan panas, serta tidak memasuki zona bahaya. Penumpang diminta selalu mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau bandara sebelum berangkat.
Pemulihan operasional bandara ini menjadi kabar lega bagi ribuan penumpang yang sempat terdampar, sekaligus menandai berakhirnya gangguan besar pada lalu lintas udara di wilayah barat Indonesia akibat aktivitas vulkanik terkini Gunung Anak Krakatau. Pemantauan kondisi abu dan cuaca terus dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga.


