22 total views
INNNEWS – Kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran berhasil menguasai Pulau Hanish Besar dan Hanish Kecil di Laut Merah bagian selatan. Penguasaan pulau strategis itu memperkuat cengkeraman mereka terhadap jalur pelayaran penting di Selat Bab el-Mandeb.
Menurut pejabat pemerintah Yaman dan sumber Houthi, pasukan pemberontak menduduki kedua pulau tersebut setelah ratusan pasukan pro-pemerintah menarik diri dari kepulauan itu. Pulau Hanish terletak sekitar 160 kilometer di utara Selat Bab el-Mandeb, chokepoint yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia.
Langkah ini merupakan bagian dari ofensif cepat Houthi di pesisir barat Yaman. Minggu sebelumnya, mereka merebut pelabuhan Mokha dan Pulau Mayun (Perim) di tengah Selat Bab el-Mandeb. Penguasaan pulau-pulau tersebut semakin mengancam rute ekspor minyak Arab Saudi melalui Laut Merah, yang menjadi alternatif penting setelah ketegangan di Selat Hormuz.
Sementara itu, serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi juga meningkat. Pada Senin (14/9/2026), kelompok itu mengklaim meluncurkan puluhan rudal dan drone ke pangkalan udara Khamis Mushait di selatan Saudi. Serangan tersebut menargetkan hanggar pesawat, sistem radar, landasan pacu, dan gudang amunisi. Otoritas Saudi mengeluarkan peringatan darurat di beberapa kota selatan, dan setidaknya 13 warga sipil dilaporkan terluka.
Konflik yang semakin memanas ini memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global dan memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman, dengan puluhan ribu warga yang mengungsi.


