26 total views
INNNEWS – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan, termasuk Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Kondisi ini membuat langit tampak kelabu pekat dan jarak pandang terbatas, seperti terlihat di sejumlah ruas jalan utama daerah tersebut pada Kamis, 17 September 2026.
Foto-foto yang beredar memperlihatkan suasana jalan di kawasan Tabalong yang dipenuhi kabut asap tebal. Masjid dengan kubah hijau dan menara terlihat samar di kejauhan, sementara kendaraan bermotor, termasuk sepeda motor dan mobil, melintas dengan jarak pandang yang berkurang. Lampu jalan dan tiang listrik tampak kabur di tengah asap yang menyelimuti area pemukiman dan pertokoan.
Data ISPU: Tingkat Berbahaya
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang tercatat pada 17 September 2026 pukul 08.00 WITA di lokasi Jalan A. Yani, Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, kualitas udara berada di level Berbahaya dengan nilai ISPU mencapai 2029.
Rincian parameter pencemar menunjukkan angka yang sangat mengkhawatirkan:
PM10: 202 (kategori berbahaya)
PM2.5: 881 (kategori berbahaya)
SO₂: 35 (baik)
CO: 50 (sedang)
O₃: 3 (baik)
NO₂: 25 (baik)
PM2.5 yang mencapai 881 menjadi parameter kritis. Partikel halus ini sangat berbahaya karena dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan dan aliran darah. Kategori “Berbahaya” berarti kualitas udara dapat merugikan kesehatan secara serius pada seluruh populasi dan memerlukan penanganan cepat.
Kabut asap di Tabalong merupakan bagian dari dampak karhutla yang melanda hampir seluruh Kalimantan sejak Agustus 2026. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per pertengahan September menunjukkan lahan terbakar yang signifikan di sejumlah provinsi, termasuk Kalimantan Selatan yang tercatat sekitar 19.300 hektare.
Polutan pekat terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Asap juga sempat menyebar hingga ke Malaysia dan wilayah lain di luar pulau.
Dampak kesehatan sudah terasa. Dinas Kesehatan di beberapa daerah Kalimantan melaporkan lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pneumonia. Di Kalimantan Selatan saja, tercatat puluhan ribu kasus ISPA sejak Agustus.
Aktivitas masyarakat juga terganggu. Jarak pandang yang terbatas menghambat penerbangan, transportasi darat, dan aktivitas luar ruangan. Beberapa daerah sebelumnya sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan menghimbau warga membatasi aktivitas di luar rumah.
Imbauan kepada Masyarakat


