19 total views
INNNEWS – Kondisi kabut asap di Kalimantan semakin mengkhawatirkan. Dalam dua bulan terakhir, tercatat lebih dari 174.000 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kalimantan. Kualitas udara di sejumlah daerah dilaporkan sangat buruk, sementara upaya mitigasi dari pemerintah dinilai belum menunjukkan keseriusan yang memadai.
Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi jalan tanah di kawasan pedesaan yang diselimuti kabut tebal. Jalan menghilang di kejauhan, pohon-pohon dan bangunan hanya terlihat samar, sementara kabel listrik melintang di langit abu-abu. Suasana tersebut mencerminkan dampak kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kalimantan.
Menurut data yang beredar, lonjakan kasus ISPA dalam dua bulan terakhir menunjukkan dampak langsung dari kualitas udara yang terus memburuk. Banyak warga mengeluhkan sesak napas, batuk, dan iritasi mata, terutama anak-anak dan lansia yang rentan.
Salah satu warga yang membagikan foto tersebut, menilai bahwa hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda upaya mitigasi yang serius dari pemerintah. “Peralatan pemadam kebakaran (damkar) dan relawan tidak sebanding dengan titik api yang terus bertambah. Tidak ada upaya dari pemerintah pusat untuk melakukan langkah-langkah yang serius membantu pemerintah daerah,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, titik-titik api di sejumlah wilayah Kalimantan masih terus bertambah, sementara kapasitas pemadaman di tingkat daerah dinilai terbatas. Warga berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret, mulai dari penambahan peralatan, pengerahan personel, hingga koordinasi lintas daerah untuk menekan dampak kesehatan masyarakat.
Kabut asap yang berulang setiap tahun di Kalimantan kembali menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan aktivitas sehari-hari warga. Tanpa penanganan yang lebih cepat dan terkoordinasi, lonjakan kasus ISPA dikhawatirkan akan terus meningkat.


