HomeHeadlineSidang Sengketa Pilpres, Timnas Amin Minta Pilpres Ulang Tanpa Gibran

Sidang Sengketa Pilpres, Timnas Amin Minta Pilpres Ulang Tanpa Gibran

Published on

spot_img

 584 total views

JAKARTA – Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membatalkan hasil Pilpres 2024 karena terjadi kecurangan.

Permintaan itu dipaparkan Tim Hukum Nasional Timnas AMIN di Gedung MK, Rabu (27/3) dalam sidang sengketa Pilpres 2024.

Timnas Amin meminta dilaksanakannya pemilu ulang tanpa pasangan calon 02 yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Dalam paparannya, Tim Hukum Timnas AMIN memaparkan dugaan kecurangan yang terjadi sejak pendaftaran, proses pemilu, hingga pencoblosan.

Soal pendaftaran, mereka mempermasalahkan soal Gibran yang mendaftar berbekal putusan MK yang kontroversial. Putusan tersebut direstui dalam sidang yang dipimpin oleh pamannya sendiri, Anwar Usman.

Kemudian dinyatakan ada pelanggaran etik di balik putusan MK itu, Anwar Usman pun dicopot dari posisi Ketua MK.

Dalam proses pemilu, dinilai telah terjadi upaya yang curang untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 02. Termasuk bagi-bagi bansos hingga pengerahan aparat.

Sementara saat proses pencoblosan, juga diduga terjadi kecurangan. Misalnya ada surat suara yang sudah tercoblos.

“Menyatakan diskualifikasi Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor urut 2 atas nama Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2024,” kata anggota THN AMIN, Bambang Widjojanto (BW), membacakan petitum.

“Memerintahkan kepada KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 tanpa mengikutsertakan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 2 atas nama Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka,” imbuh BW.

Dalam petitum, THN Timnas AMIN juga menyertakan alternatif. Yakni pemilu ulang dengan tetap melibatkan Prabowo, tetapi harus mengganti cawapresnya.

“Memerintahkan Termohon [KPU] untuk melakukan pemungutan suara ulang pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 dengan diikuti oleh Calon Presiden Nomor Urut 2 atas nama Prabowo Subianto dengan terlebih dahulu mengganti calon wakil presiden,” kata BW.

Demikian Bunyi Petitum lengkap AMIN:

Mengabulkan Permohonan Pemohon untuk seluruhnya

Menyatakan batal Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 Tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota

Secara Nasional dalam Pemilu 2024 yang ditetapkan pada hari Rabu 20 Maret 2024 pukul 22:19 WIB sepanjang diktum satu

Menyatakan diskualifikasi Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor urut 2 atas nama Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2024

Menyatakan batal keputusan KPU Nomor 1632 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2023 bertanggal 13 November 2023 dan Keputusan KPU Nomor 1644 tentang Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2023 bertanggal 14 November 2023, sepanjang berkaitan dengan penetapan pasangan calon peserta dan penetapan nomor urut 2 atas nama Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka

Memerintahkan kepada KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 tanpa mengikutsertakan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 2 atas nama Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka

Memerintahkan kepada Bawaslu untuk melakukan supervisi dalam rangka pelaksanaan amar putusan ini

Memerintahkan kepada Presiden untuk bertindak netral dan tidak memobilisir aparatur negara serta tidak menggunakan APBN sebagai alat untuk menguntungkan salah satu pasangan calon dalam pemungutan suara ulang

  • Memerintahkan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia beserta jajarannya untuk melakukan pengamanan proses pemungutan suara ulang Presiden dan Wakil Presiden secara netral dan profesional
  • Memerintahkan kepada TNI beserta jajarannya untuk membantu pengamanan proses pemungutan suara ulang Presiden dan Wakil Presiden sesuai dengan kewenangannya

ATAU

  • Mengabulkan Permohonan Pemohon untuk seluruhnya
  • Menyatakan batal Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 Tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota Secara Nasional dalam Pemilu 2024 yang ditetapkan pada hari Rabu 20 Maret 2024 pukul 22:19 WIB sepanjang diktum satu
  • Menyatakan Diskualifikasi calon Wakil Presiden Nomor urut 2 atas nama Gibran Rakabuming Raka sebagai peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2024 karena tidak memenuhi syarat usia sebagai pasangan calon peserta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024
  • Menyatakan batal keputusan KPU Nomor 1632 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2023 bertanggal 13 November 2023 dan Keputusan KPU Nomor 1644 tentang Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2023 bertanggal 14 November 2023, sepanjang berkaitan dengan calon wakil presiden atas nama Gibran Rakabuming Raka
  • Memerintahkan Termohon untuk melakukan pemungutan suara ulang pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 dengan diikuti oleh Calon Presiden Nomor Urut 2 atas nama Prabowo Subianto dengan terlebih dahulu mengganti calon wakil presiden
  • Memerintahkan kepada Bawaslu untuk melakukan supervisi dalam rangka pelaksanaan amar putusan ini.
  • Memerintahkan kepada Presiden untuk bertindak netral dan tidak memobilisir aparatur negara serta tidak menggunakan APBN sebagai alat untuk menguntungkan salah satu pasangan calon dalam pemungutan suara ulang
  • Memerintahkan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia beserta jajarannya untuk melakukan pengamanan proses pemungutan suara ulang Presiden dan Wakil Presiden secara netral dan profesional
  • Memerintahkan kepada TNI beserta jajarannya untuk membantu pengamanan proses pemungutan suara ulang Presiden dan Wakil Presiden sesuai dengan kewenangannya

Artikel Terbaru

Demo 27 Agustus di Depan DPR Jakarta: Empat Kelompok Massa Sampaikan Tuntutan Berbeda

INNNEWS – Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung...

Perang Dagang AS-Kanada Memanas

INNNEWS – Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada semakin memanas setelah perundingan dagang...

Gempa Susulan Terus Guncang NTT, Korban dan Pengungsi Masih Tinggi

INNNEWS – Rangkaian gempa susulan masih terus mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa...

Massa Demo 27 Agustus Mulai Berkumpul di Depan DPR, Pemerintah Hormati Hak Berpendapat

INNNEWS – Massa aksi unjuk rasa 27 Agustus 2026 mulai berkumpul di depan Gedung...

artikel yang mirip

Demo 27 Agustus di Depan DPR Jakarta: Empat Kelompok Massa Sampaikan Tuntutan Berbeda

INNNEWS – Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung...

Perang Dagang AS-Kanada Memanas

INNNEWS – Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada semakin memanas setelah perundingan dagang...

Gempa Susulan Terus Guncang NTT, Korban dan Pengungsi Masih Tinggi

INNNEWS – Rangkaian gempa susulan masih terus mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa...