HomeHeadlineKementerian Pertahanan Ajukan Anggaran Tambahan untuk Beli Senjata Lawan OPM

Kementerian Pertahanan Ajukan Anggaran Tambahan untuk Beli Senjata Lawan OPM

Published on

spot_img

 803 total views

INN NEWS – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengajukan anggaran tambahan khusus ke pemerintah sebagai salah satu upaya menyelesaikan konflik Papua.

Sekjen Kemhan, Donny Ermawan kepada wartawan di Seskoal, Jakarta Selatan, Rabu (8/5) mengatakan, pihaknya sangat concern dengan kondisi konflik di Papua.

“Beberapa sudah kita ajukan kepada pemerintah untuk menyiapkan anggaran tambahan khusus untuk penanganan Papua, tapi sampai saat ini anggaran khusus itu belum turun,” kata Donny.

Menurut Donny, anggaran tersebut diperlukan untuk melengkapi alat utama sistem senjata (alutsista).

Penambahan alutsista, perlu dilakukan untuk menghadapi para OPM. “Prajurit kita, maupun polisi dalam hal pengenalan medan, tidak sebaik OPM. Ya mereka tahu medan, mereka fisiknya bagus, saya rasa kita bisa atasi kekurangan tersebut dengan menggunakan teknologi,” ungkapnya.

Lanjut Donny, pihaknya akan berikan beberapa helikopter tambahan, pesawat, dan sebagainya.

“Dan peralatan untuk sensor-sensor ya, untuk mendeteksi ataupun melakukan tindakan kekerasan balasan kepada OPM tersebut,” ucapnya.

Selain melakukan penegakan hukum, pemerintah juga sedianya telah melakukan upaya soft approach dalam menyelesaikan konflik Papua.

Yang dilakukan salah satunya adalah memberikan kesejahteraan hingga pembangunan infrastruktur kepada masyarakat lokal.

“Sampai pemerintah Pak Jokowi sekarang, sebetulnya pendekatannya sudah bagus, ada pendekatan kesejahteraan bagaimana memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Papua. Berbagai jalan saya rasa sudah dibangun dan ekonomi sudah dimajukan juga,” ungkap Donny.

“Tapi ya itu tadi, masih ada yang kadang-kadang melakukan tindakan kriminal, menyerang, bahkan masyarakat sipil, petugas dan alat-alat negara baik TNI-Polri itu diserang juga,” pungkasnya.

Artikel Terbaru

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

artikel yang mirip

Ketika Kuala Lumpur “Hilang”: Panggilan Keras kepada Jakarta!

INNNEWS - Pada 9 Oktober 2026, Kuala Lumpur seolah lenyap di balik kabut tebal....

Kabut Asap Lintas Batas dari Karhutla Indonesia Menyelimuti Malaysia dan Singapura, Sekolah di Johor Ditutup

INNNEWS — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali...

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...