HomeGlobalPemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tewas dalam Serangan di Teharan, Seberpengaruh Apakah Dia?

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tewas dalam Serangan di Teharan, Seberpengaruh Apakah Dia?

Published on

spot_img

 674 total views

INN Internasional – Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, tewas dalam serangan di Teheran, Iran. Hamas mengonfirmasi kematiannya pada Rabu (31/7) dan menyebutkan bahwa serangan Israel di Teheran yang menyebabkan kematian Haniyeh.

Pasukan Garda Nasional Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi pada Rabu subuh dan saat ini mereka masih melakukan penyelidikan. IRGC juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya Haniyeh, seperti yang dilaporkan oleh Iran International.

Sementara itu, Hamas menyatakan bahwa Haniyeh tewas akibat serangan agen Israel di tempat menginapnya di Teheran.

“Saudara, pemimpin, mujahid Ismail Haniyeh, kepala gerakan, tewas dalam serangan Zionis di markas besarnya di Teheran setelah dia berpartisipasi dalam pelantikan presiden baru (Iran),” sesuai dengan yang dikonfirmasikan oleh Hamas, pada Rabu (31/7).

Selain itu, Garda Revolusi Iran juga mengeluarkan pernyataan mengenai kematian Haniyeh, menyebutkan bahwa pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, tewas di Teheran bersama salah satu pengawalnya.

“Kediaman Ismail Haniyeh, kepala kantor politik Perlawanan Islam Hamas, dihantam di Teheran, dan sebagai akibat dari insiden ini, dia dan salah satu pengawalnya menjadi martir,” ucap perwakilan Garda Revolosi Iran.

Biodata Ismail Haniyeh

Haniyeh lahir di kamp pengungsi Shati di Gaza dari orang tua yang melarikan diri dari kota Asqalan setelah pembentukan negara Israel pada tahun 1948. Dia menempuh pendidikan di Institut Al-Azhar di Gaza dan meraih gelar sastra Arab dari Universitas Islam di Gaza.

Saat kuliah pada tahun 1983, dia bergabung dengan Blok Mahasiswa Islam, yang kemudian menjadi cikal bakal Hamas. Haniyeh naik pangkat di Hamas sebagai ajudan dekat dan asisten Sheikh Ahmed Yassin, salah satu pendiri Hamas.

Ia juga sempat beberapa kali dipenjara oleh otoritas Israel dan mengalami upaya deportasi serta pembunuhan oleh Israel, membuatnya tinggal di dalam dan luar Jalur Gaza.

Hingga pada 6 Mei 2017, ketika itu Hamas yang menguasai Jalur Gaza mempercayakan tanggung jawab kepala biro politik pada Haniyeh.

Artikel Terbaru

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...

PM Singapura Lawrence Wong: Singapura Sangat Percaya pada Masa Depan Indonesia

INNNEWS – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan keyakinan kuat Singapura terhadap masa depan Indonesia....

Huawei Luncurkan AI DigiSchool: Membawa Pelatihan AI ke Sekolah Pedesaan di China

INNNEWS – Huawei melalui program TECH4ALL memperkenalkan inisiatif inovatif bernama AI DigiSchool untuk menjembatani kesenjangan...

artikel yang mirip

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...

PM Singapura Lawrence Wong: Singapura Sangat Percaya pada Masa Depan Indonesia

INNNEWS – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan keyakinan kuat Singapura terhadap masa depan Indonesia....