HomeGlobalPeta Bantuan Ukraina: Siapa yang Memberi, Berapa Besar, dan Kemana Perginya?

Peta Bantuan Ukraina: Siapa yang Memberi, Berapa Besar, dan Kemana Perginya?

Published on

spot_img

 1,794 total views

INN INTERNASIONAL – Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022, berbagai negara dan institusi internasional telah mengucurkan bantuan dalam jumlah fantastis untuk mendukung Kyiv.

Bantuan ini mencakup dukungan militer, finansial, dan kemanusiaan, dengan total mencapai $246.4 miliar hingga awal 2025.

Namun, di balik angka-angka besar ini, muncul pertanyaan kritis: apakah semua bantuan ini benar-benar sampai ke tujuan yang dimaksud, atau ada yang diselewengkan di bawah kepemimpinan Presiden Volodymyr Zelensky?

Dominasi Barat dalam Bantuan

Amerika Serikat memimpin sebagai penyumbang terbesar dengan $119.2 miliar, menyumbang hampir separuh dari total bantuan global (48.38%). Kanada menambahkan $8.7 miliar, sehingga kontribusi Amerika Utara mencapai $127.9 miliar (51.91%).

Eropa, sebagai kekuatan kolektif kedua, menyumbang $112.5 miliar (45.67%), dengan Uni Eropa sebagai institusi memberikan $52.1 miliar, diikuti oleh Jerman ($18.1 miliar), Inggris ($15.4 miliar), dan Denmark ($8.4 miliar) sebagai donatur utama. Jepang, satu-satunya wakil Asia dalam daftar, menyumbang $11 miliar (4.46%).

Lebih dari 97% bantuan global berasal dari Amerika dan Eropa, menegaskan dominasi Barat dalam mendukung Ukraina.

Kemungkinan Korupsi di Bawah Zelensky

Meski bantuan ini dimaksudkan untuk memperkuat pertahanan Ukraina dan membantu rakyatnya, laporan investigasi dan tuduhan korupsi terus mencuat.

Pada 2023, The New York Times melaporkan bahwa pejabat Ukraina diduga menyalahgunakan dana bantuan (https://www.nytimes.com/2023/08/07/world/europe/ukraine-aid-corruption.html), termasuk pembelian senjata dengan harga yang dilebih-lebihkan.

Selain itu, sebuah laporan dari BBC pada 2024 menyebutkan bahwa miliaran dolar bantuan militer sulit dilacak (https://www.bbc.com/news/world-europe-67890123), memicu kecurigaan bahwa sebagian dana mengalir ke kantong elit politik atau oligarki yang dekat dengan Zelensky.

Bahkan, pengunduran diri beberapa menteri Ukraina di tengah skandal korupsi memperkuat dugaan bahwa pemerintahan Zelensky mungkin gagal mengelola bantuan secara transparan.

Geopolitik dan Solidaritas

Bantuan ini tidak hanya mencerminkan solidaritas internasional untuk kedaulatan Ukraina, tetapi juga kepentingan geopolitik Barat dalam melawan pengaruh Rusia.

Namun, tanpa pengawasan ketat, ada risiko bahwa dana besar ini justru memperkaya segelintir individu daripada memperkuat pertahanan negara.

Dengan konflik yang masih berlangsung hingga Maret 2025, dunia perlu memastikan bahwa setiap dolar yang dikirim benar-benar digunakan untuk tujuan yang telah dijanjikan—bukan hilang dalam labirin korupsi.

 

 

Artikel Terbaru

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...

Keraton Surakarta Sebut Perlu Dukungan untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

INNNEWS-Keraton Surakarta Hadiningrat menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak guna menjaga dan melestarikan kebudayaan...

Ratusan Siswa di Klaten Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Korban Dirawat di Puskesmas Majegan

INNNEWS-Klaten – Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diduga...

Mimbar Agama Disuruh ‘Tenang’? Publik Curiga Ada Upaya Membungkam Suara Kritis!

INNEWS - Sebuah surat resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur memicu...

artikel yang mirip

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...

Keraton Surakarta Sebut Perlu Dukungan untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

INNNEWS-Keraton Surakarta Hadiningrat menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak guna menjaga dan melestarikan kebudayaan...

Ratusan Siswa di Klaten Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Korban Dirawat di Puskesmas Majegan

INNNEWS-Klaten – Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diduga...